benuakaltim.co.id, BERAU – Warga Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur mendadak geger. Sesosok jasad pria ditemukan dalam kondisi mengenaskan di area perkebunan milik salah seorang warga pada Sabtu (11/7/2026) sore.
Peristiwa tersebut langsung memicu perhatian besar dari masyarakat setempat dan pihak kepolisian, hingga memerlukan penanganan khusus dari tim penyelamat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, pihaknya segera bergerak cepat begitu menerima laporan darurat dari pihak kepolisian setempat.
“Kami menerima laporan dari Kepolisian Sektor Pos (Polpos) Labanan sekitar pukul 16.48 WITA terkait adanya penemuan mayat korban bunuh diri di sebuah kebun warga. Tim dari Posko Labanan langsung kami instruksikan untuk menuju lokasi dan melakukan evakuasi,” ujar Rakhmadi saat dikonfirmasi, Ahad (12/7/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, korban diidentifikasi sebagai seorang pria paruh baya bernama Pak Abas, yang tercatat sebagai warga Jalan Perkutut RT 10, Kelurahan Labanan Jaya. Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh kehati-hatian.
Mengingat medan perkebunan yang cukup menantang, Disdamkarmat Berau mengerahkan kendaraan operasional khusus slip-on serta menerjunkan personel gabungan, termasuk anggota Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Labanan Makmur.
“Personel tiba di lokasi sekitar pukul 16.58 WITA. Dengan persiapan sarana penunjang yang matang dan menggunakan satu kantong jenazah, tim di lapangan berhasil mengevakuasi korban dengan aman dan kondusif,” lanjut Rakhmadi.
Setelah berhasil diturunkan dan dievakuasi dari area perkebunan, jasad korban langsung dipindahkan ke dalam mobil ambulans.
“Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan medis secara intensif (visum) oleh pihak yang berwenang, guna memastikan penyebab pasti kematian,” tutup Rakhmadi.
Hingga berita ini diturunkan, kasus penemuan jasad tersebut sudah ditangani oleh pihak Polri melalui Polpos Labanan untuk penyelidikan lebih lanjut terkait motif di balik aksi nekat korban. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






