Destinasi Wisata Unggulan Pulau Derawan Dikepung Sampah

Camat Pulau Derawan, Ariyanto

benuakaltim.co.id, BERAU – Masalah sampah di kawasan wisata bahari Pulau Derawan, Kabupaten Berau, menjadi perhatian pengunjung. Penanganan kebersihan di destinasi internasional ini dituntut segera dirombak total lewat kolaborasi lintas sektor agar tidak merusak citra pariwisata daerah.

Kondisi ini kian diperparah setelah jalur distribusi pembuangan sampah dari Pulau Derawan menuju daratan utama di Tanjung Batu mendadak lumpuh total.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal pengangkut sampah yang biasa beroperasi mengalami kerusakan bagian mesin.

Merespons krisis lingkungan ini, Camat Pulau Derawan, Ariyanto, langsung mengambil langkah cepat dengan mengadukan persoalan krusial tata kelola sampah ini kepada Wakil Gubernur Kalimantan Timur saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah tersebut baru-baru ini.

Baca Juga :  Efisiensi Anggaran, Bantuan Nelayan Berau Diproyeksikan Berkurang pada 2027

Ariyanto blak-blakan mengakui sistem pembuangan sampah di wilayahnya sangat rapuh karena ketergantungan penuh pada transportasi laut.

Begitu armada pengangkut menuju Tanjung Batu tumbang, penumpukan sampah di Pulau Derawan langsung tidak terhindarkan.

“Kalau Pulau Derawan, sepertinya kita kemarin hanya menyampaikan masalah sampahnya. Karena Pulau Derawan ini kan sampahnya diangkut ke Tanjung Batu,” ujar Ariyanto saat dikonfirmasi, Sabtu (11/7/2026).

Pihak kecamatan mengonfirmasi telah menerima laporan resmi dari pemerintah kampung setempat mengenai mogoknya fasilitas utama kebersihan tersebut.

Baca Juga :  TPA Pegat Bukur Terkendala Lahan dan Anggaran, DLHK Berau Harap Dukungan Swasta

Mesin kapal pengangkut dilaporkan mengalami gangguan teknis berat sehingga tidak dapat melaut.

“Saat ini yang pertama ada masalah efisiensi, kemudian seperti alat pengangkut kapal dan mesinnya. Kemarin ada surat dari Kepala Kampung bahwa untuk perahu atau kapal yang menuju Tanjung Batu itu ada trouble pada mesinnya,” bebernya.

Ironisnya, di tengah kerusakan fasilitas vital tersebut, pemerintah daerah juga dihadapkan pada tantangan berat lainnya.

Kebijakan efisiensi anggaran daerah yang sedang berjalan ikut memangkas ruang gerak optimalisasi operasional pengangkutan sampah harian.

Sadar APBD tidak bisa bergerak sendiri, Ariyanto menegaskan opsi realistis saat ini adalah membuka pintu lebar-lebar bagi pihak swasta dan stakeholder terkait untuk berkolaborasi menyelamatkan lingkungan Pulau Derawan dari ancaman darurat sampah.

Baca Juga :  Disnakertrans Berau Fokuskan Job Fair 2026 pada Sektor Perkebunan dan UMKM

“Ditambah lagi dengan efisiensi anggaran, sehingga kondisi ini sangat memungkinkan untuk kita membangun kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam penanganannya,” tegas Ariyanto.

Langkah darurat ini diambil demi memastikan kenyamanan wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung tidak terganggu.

Pemerintah berharap, dengan pengelolaan sampah yang modern dan terintegrasi, Pulau Derawan tetap bisa mempertahankan reputasinya sebagai surga wisata unggulan di Kabupaten Berau. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha