RS Baru Berau Terancam Terserang Bau Busuk dari TPA Bujangga

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari

benuakaltim.co.id, BERAU – Pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pegat Bukur di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, saat ini mandek akibat terganjal masalah pembebasan lahan dan keterbatasan anggaran.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau melaporkan, proyek ini masih membutuhkan tambahan lahan sekitar 10 hektare. Saat ini, instansi terkait tengah mengusulkan bantuan dana dan lahan dari pihak ketiga atau sektor swasta.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengonfirmasi bahwa kendala utama operasional TPA baru tersebut terletak pada pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur pendukung.

Baca Juga :  Ratusan Kelompok Nelayan Berau Diincar Program Sipatin

“Kami sangat mengharapkan peran pihak swasta untuk membantu, karena anggaran daerah terbatas sementara TPA Bujangga yang ada saat ini sudah overcapacity (kelebihan kapasitas),” ujar Zulkifli, Sabtu (11/7/2026).

Sebagai solusi darurat, DLHK Berau kini mengoptimalkan TPA Bujangga dengan mengubah sistem pengelolaannya menjadi sanitary landfill (sistem urug sanitasi) guna memperpanjang masa pakai lahan.

Zulkifli juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk mulai aktif mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomis agar volume sampah di hulu dapat berkurang.

Baca Juga :  Ratusan Kelompok Nelayan Berau Diincar Program Sipatin

Meskipun TPA Pegat Bukur baru ditargetkan rampung tahun depan, DLHK memastikan operasional Rumah Sakit (RS) baru yang dijadwalkan buka tahun ini tidak akan terganggu oleh bau sampah dari TPA Bujangga.

Penerapan sistem sanitary landfill diklaim mampu meredam aroma tidak sedap karena sampah langsung ditimbun secara berlapis, menggantikan sistem open dumping (pembuangan terbuka) yang memicu bau menyengat.

Baca Juga :  Ratusan Kelompok Nelayan Berau Diincar Program Sipatin

Pemerintah daerah memastikan aktivitas rumah sakit baru akan tetap berjalan paralel dengan proses pembenahan dan penutupan TPA Bujangga.

Secara bertahap, seluruh aktivitas pemrosesan sampah di TPA Bujangga akan direlokasi total ke TPA Pegat Bukur begitu proyek tersebut selesai.

“TPA Bujangga perlahan akan kita tutup
dan timbun, sehingga operasionalnya tidak akan mengganggu peresmian maupun aktivitas rumah sakit baru nantinya,” pungkas Zulkifli. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha