benuakaltim.co.id, BERAU – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau tengah bersiap mengambil langkah tegas guna menekan volume sampah plastik yang kian mengkhawatirkan.
Tidak main-main, instansi ini berencana menerbitkan regulasi dan edaran baru yang akan menyasar langsung hingga ke tingkat Rukun Tetangga (RT).
Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah dari hulu ke hilir.
Saat ini, pihaknya sedang mengkaji keberadaan peraturan terkait pengurangan sampah plastik di Bumi Batiwakkal.
“Saya cek apakah sudah ada peraturannya atau belum ya? Rasanya sudah ada itu peraturannya. Artinya, pengurangan plastik. Kita, pengurangan plastik, ya kalau belum ada kita harus minimal sudah membuat aturan itu, salah satunya berupa imbauan,” ujar Zulkifli saat ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini, Sabtu (4/7/2026).
Zulkifli menjelaskan, DLHK Berau sebenarnya sudah sering mengeluarkan surat edaran mengenai kebersihan lingkungan.
Namun, kali ini instruksi yang dikeluarkan akan jauh lebih spesifik dan mengikat hingga ke level terbawah pemerintahan.
Nantinya, edaran baru ini akan mewajibkan seluruh lapisan masyarakat mulai dari tingkat kelurahan hingga RT untuk melakukan pemilahan sampah secara mandiri sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
“Kita juga sudah banyak nih membuat edaran tentang kebersihan. Nah, sekarang akan kita buatkan edaran bagaimana seluruh dari lingkungan kelurahan, RT, untuk pemilahan sampah. Kita akan buat edaran itu,” tegasnya.
Tak tanggung-tanggung, DLHK Berau juga mendorong masyarakat untuk menerapkan sistem composting atau pembuatan kompos di lingkungan rumah tangga masing-masing guna mereduksi sampah organik.
“Bahkan semacam membuat apa namanya composting di lingkungan keluarga semua, lingkungan rumah tangga,” tambahnya.
Melalui skema ini, Zulkifli optimistis volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat berkurang drastis karena sampah sudah dipilah dan diolah sejak dari rumah.
Selain menyasar lingkungan masyarakat umum, DLHK Berau juga terus gencar menanamkan kesadaran peduli lingkungan kepada generasi muda.
Salah satu program yang saat ini sudah berjalan konsisten adalah program Adiwiyata di sekolah-sekolah.
Menurut Zulkifli, mendidik anak-anak usia sekolah mengenai pentingnya menjaga kebersihan adalah investasi jangka panjang yang sangat krusial.
“Kita mendidik anak-anak kita di sekolah bagaimana peduli lingkungan dengan cara membuat lingkungan itu bersih, bagaimana membuat lingkungan sekolah mereka menjadi nyaman. Itu dari lingkungan sekolah sudah kita ajari mereka,” jelas Zulkifli.
Ia berharap, kebiasaan positif yang diajarkan di sekolah ini dapat terbawa hingga ke rumah, sehingga anak-anak mampu menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga mereka sendiri.
“Sehingga dia di keluarga juga paham bagaimana arti kebersihan lingkungan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Ramli






