benuakaltim.co.id, BERAU – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji, membawa kabar mengejutkan terkait kondisi keuangan negara. Ia mengungkapkan saat ini sedang terjadi pengetatan keuangan yang cukup drastis di tingkat pemerintah pusat. Kondisi ini diprediksi akan berdampak langsung pada aliran anggaran ke daerah.
Menanggapi situasi tersebut, Seno Aji langsung mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh bupati dan wali kota di wilayah Kalimantan Timur untuk segera mencari alternatif pendapatan baru demi menyelamatkan perekonomian daerah.
Salah satu sektor paling potensial yang bisa menjadi juru selamat ekonomi Kaltim di tengah pengetatan anggaran ini adalah wisata budaya.
Ia meminta para kepala daerah, mulai dari Bupati Berau hingga wali kota lainnya, untuk bergerak cepat mengembangkan potensi adat dan budaya di wilayah masing-masing.
“Kita harus mencari alternatif-alternatif baru, salah satunya adalah wisata budaya. Ini akan menjadi target baru kita ke depan agar budaya-budaya di Kalimantan Timur dapat terus dikembangkan,” ujar Seno Aji, Sabtu (4/7/2026).
Potensi besar sektor wisata ini bukan sekadar isapan jempol. Seno Aji menceritakan pengalamannya sendiri saat terbang dari Balikpapan menggunakan maskapai Super Air Jet.
Ia terkejut melihat banyaknya wisatawan mancanegara yang memenuhi kursi pesawat. Turis asing tersebut mayoritas berasal dari Eropa dan Australia.
Sebagian besar dari mereka mengincar destinasi wisata di Kabupaten Berau yang terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya.
Kehadiran para turis ini menjadi bukti bahwa pariwisata Berau sedang menggeliat secara drastis.
Seno menegaskan, momentum ini harus dimanfaatkan untuk mendongkrak ekonomi kerakyatan, salah satunya melalui pelibatan UMKM lokal di sepanjang tepian Sungai Segah seperti yang terlihat pada festival budaya saat ini.
Lebih lanjut, Pemprov Kaltim menargetkan Kabupaten Berau tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga di kancah internasional.
Keindahan destinasi diving dunia seperti Maratua dan Derawan harus dikawinkan dengan kelestarian kegiatan budaya lokal.
Seno Aji juga menyoroti pentingnya menjaga warisan leluhur Kesultan Sambaliung dan Suku Banua, seperti tradisi mandi-mandi pengantin dan ampik selayang.
Uniknya, ia melihat ada kemiripan batin (chemistry) antara adat Kaltim dengan budaya luar pulau, seperti tradisi siraman di Jawa.
Di akhir penyampaiannya, Wagub Kaltim juga mengingatkan para orang tua untuk memanfaatkan sektor budaya ini sebagai penyeimbang bagi generasi muda.
Di tengah gempuran zaman dan ketergantungan anak-anak pada gadget serta ponsel, kelestarian budaya dinilai menjadi benteng moral yang sangat penting. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Ramli






