benuakaltim.co.id, BERAU – Kawasan Wisata Kota Tua di Kabupaten Berau bersiap menyambut ikon baru yang dibalut nuansa nostalgia.
Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dispar) berencana memfungsikan kembali gedung bioskop bersejarah sebagai pusat daya tarik wisatawan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Yudha Budi Santosa, menyatakan bahwa langkah ini merupakan respon cepat pemerintah terhadap aspirasi masyarakat yang merindukan pemanfaatan fasilitas di kawasan tersebut.
“Hari ini kita meninjau bersama Pak Camat dan Lurah untuk melihat langsung kondisi gedung bioskop ini. Kita ingin mengembalikan sejarah dan fungsinya seperti dulu lagi,” ujar Yudha, Sabtu (9/5/2026).
Yudha mengungkapkan bahwa proses renovasi gedung bioskop ini sebenarnya telah rampung pada Januari 2026 melalui anggaran APBD Perubahan 2025.
Meski sempat menghadapi tantangan waktu pengerjaan yang singkat, gedung tersebut kini siap untuk dioperasikan kembali.
Untuk memastikan pengelolaan yang profesional, Dispar Berau berencana membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta atau pihak ketiga.
“Kami akan membuat skenario penawaran kepada pihak ketiga. Sistemnya bisa kontrak kerja sama atau bagi hasil. Jadi, fungsinya benar-benar kembali menjadi gedung bioskop seperti sedia kala,” jelasnya.
Meski fungsi utamanya adalah bioskop, Yudha tidak menutup kemungkinan gedung tersebut digunakan untuk kegiatan masyarakat lainnya agar tetap hidup dan produktif.
Namun, ia menekankan satu syarat mutlak: dilarang mengubah bentuk bangunan.
“Sesuai amanat undang-undang, gedung ini tidak boleh diubah bentuknya atau dirusak. Jika ada sekolah yang mau pakai untuk pentas tari tradisional, silakan. Bahkan kalau ada warga mau pakai untuk acara hajatan dengan nuansa Kota Tua, ya bisa saja, itu menarik,” tambahnya sembari tersenyum.
Bagi masyarakat atau komunitas yang ingin memanfaatkan fasilitas ini dalam waktu dekat, Yudha mengimbau untuk melakukan koordinasi langsung dengan pihak Dispar Berau sebagai pemegang otoritas pengelolaan bidang kebudayaan.
“Sementara ini pengelolanya adalah Dinas Pariwisata. Jadi kalau ada yang mau menggunakan, silakan bersurat. Kami akan kaji dan lihat dulu kesesuaiannya agar aset ini tetap terjaga,” pungkas Yudha.
Revitalisasi bioskop ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif di sekitar kawasan lapangan bola dan museum yang menjadi jantung Wisata Kota Tua Berau. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Ramli






