benuakaltim.co.id, BERAU – Persoalan kemacetan di sejumlah titik krusial di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, terutama yang dipicu oleh antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), mulai mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian.
Kasatlantas Polres Berau, AKP Rhondy Hermawan, menyatakan bahwa penyelesaian masalah kemacetan dan parkir kendaraan sembarangan ini tidak bisa dilakukan secara parsial oleh pihak kepolisian saja.
Menurutnya, diperlukan sinergi lintas sektoral untuk membenahi akar permasalahan di lapangan.
“Sepertinya kita harus duduk bersama beberapa stakeholder terkait. Ini melibatkan urusan rambu-rambu, kondisi jalan, hingga para pemilik usaha,” ujar AKP Rhondy kepada benuakaltim.co.id via pesan singkat (9/5/2026).
Sejauh ini, Satlantas Polres Berau terus berupaya meminimalisir dampak kepadatan lalu lintas di titik-titik rawan seperti kawasan Bujangga dan Rinding.
AKP Rhondy menegaskan bahwa personelnya rutin melakukan patroli dan pengaturan lalu lintas (gatur), terutama saat terjadi penumpukan kendaraan di area SPBU.
Ia merinci dua strategi utama yang tengah dijalankan kepolisian saat ini:
• Preemtif: Melakukan edukasi berkelanjutan kepada pengguna jalan agar saling menghargai dan tertib dalam berlalu lintas.
• Preventif: Melakukan patroli rutin dan penyiagaan personel di titik perlambatan hingga arus lalu lintas benar-benar terurai.
“Kami juga sangat terbantu dengan laporan masyarakat. Kemarin ada laporan melalui call center 110 terkait kemacetan, dan anggota langsung bergerak cepat melakukan tindak lanjut di lapangan,” tambahnya.
Selain aksi di lapangan, AKP Rhondy mengungkapkan adanya rencana jangka panjang terkait penguatan regulasi.
Satlantas Polres Berau telah mulai membahas kemungkinan pembaharuan rambu-rambu lalu lintas serta koordinasi terkait kebijakan daerah.
“Ke depan, mungkin ada pembahasan terkait pembaharuan Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Bupati (Perbup) yang berkaitan dengan tata kelola jalan dan transportasi. Kami tetap selalu berkoordinasi dengan pihak terkait,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai detail langkah teknis selanjutnya, AKP Rhondy menyebut akan melakukan pengkajian lebih mendalam sebelum mengambil keputusan strategis.
Ia berkomitmen agar kenyamanan warga Berau dalam berkendara tetap menjadi prioritas utama. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Ramli






