benuakaltim.co.id, BERAU – Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, tengah serius mempersiapkan diri sebagai pusat penyedia bibit hortikultura unggul.
Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Hortikultura, pemerintah daerah berupaya memangkas ketergantungan bibit dari luar daerah.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini, mengungkapkan meskipun target akhirnya adalah menjadi produsen benih dan bibit bersertifikasi, saat ini pihaknya masih berfokus pada fase krusial pengembangan dan uji produksi.
Lita menjelaskan, menciptakan bibit yang berkualitas tidak bisa dilakukan secara instan. Saat ini, UPT Balai Hortikultura masih dalam tahap mengembangkan tanaman untuk melihat sejauh mana kualitas produksi yang dihasilkan di lahan lokal.
“Sifatnya di situ hanya mengembangkan dulu, karena untuk menjadi bibit itu kan pakai proses. Kita lihat produksinya cocok atau tidak, bagus atau tidak,” ujar Lita, nantinya bibit yang disebar ke petani memiliki daya tahan dan produktivitas yang sudah teruji di iklim Berau.
Jika fase pengembangan ini menunjukkan hasil yang memuaskan, pohon-pohon tersebut akan dijadikan sebagai pohon induk atau sumber benih. Bagian tanaman (batang atas) nantinya akan diambil untuk proses perbanyakan bibit.
“Kalau dia bagus, nanti itu yang kita jadikan sumber bibit. Kita ambil batang atasnya untuk dijadikan bibit yang nantinya bisa kita sertifikasikan,” tambah Lita.
Meski progres menunjukkan arah positif, Lita menekankan masyarakat dan petani harus bersabar. Proses sertifikasi hingga balai ini benar-benar bisa menjadi penyedia bibit resmi masih memerlukan waktu yang tidak sebentar.
“Tapi masih panjang prosesnya,” pungkasnya.
Kehadiran UPT Balai Hortikultura ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi masalah ketersediaan bibit di Berau, sekaligus menjamin kualitas tanaman hortikultura yang ditanam oleh para petani setempat. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






