benuakaltim.co.id, BERAU – Kawasan Wisata Kota Tua Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dipastikan akan mengalami transformasi besar-besaran pada tahun 2026.
Tidak hanya sekadar perbaikan fisik, pemerintah daerah tengah menyiapkan kejutan sejarah yang melibatkan dokumen-dokumen arsip dari Kedutaan Besar Belanda.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Yudha Budi Santosa, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah berupaya melengkapi narasi sejarah Kota Tua agar menjadi destinasi wisata edukasi yang tak tertandingi di Kalimantan Timur.
“Kami berencana bersurat ke Kedutaan Besar Belanda. Kami ingin meminjam dokumen atau arsip asli terkait sejarah Steinkolen (perusahaan tambang batu bara Belanda) di Teluk Bayur ini,” ujar Yudha saat meninjau fasilitas di kawasan Kota Tua, Jumat (8/5/2026).
Yudha meyakini bahwa Belanda memiliki kearsipan yang sangat tertib, mulai dari foto-foto lama, daftar pejabat yang pernah bertugas, hingga peta asli pemukiman.
Menurutnya, sejarah kehadiran Belanda di Teluk Bayur memiliki sisi unik karena didasari oleh kesepakatan resmi dengan Kesultanan Gunung Tabur.
“Kita ingin ceritanya lengkap. Bagaimana awal mulanya mereka datang, kerja sama dengan Sultan itu ada MoU-nya, jadi bukan sekadar datang begitu saja. Jika arsip ini didapat, edukasi sejarah di sini akan semakin kuat,” jelasnya.
Salah satu poin krusial dalam revitalisasi ini adalah pengembalian fungsi Gedung Kamar Bola.
Gedung yang memiliki pemandangan (view) tercantik di kawasan tersebut saat ini masih terkendala akses karena berada di area sekolah.
Dispar Berau tengah mengkaji solusi serius untuk merelokasi sekolah tersebut agar fungsi rekreasi Gedung Kamar Bola bisa maksimal.
“View-nya sangat bagus, tapi aksesnya terhalang sekolah. Solusinya, kita upayakan relokasi sekolah tersebut ke lokasi terdekat. Fungsinya harus kembali ke fungsi asli sebagai pusat rekreasi dan tempat berkumpul,” tambah Yudha.
Selain aspek sejarah, kenyamanan pengunjung juga menjadi prioritas. Beberapa fasilitas pendukung yang sedang disiapkan antara lain:
• Bioskop Klasik: Pengadaan proyektor film jenis roll untuk memperkuat nuansa nostalgia.
• Pusat UMKM: Penataan area parkir yang akan disinergikan dengan lapak UMKM lokal.
• Wisata Air: Pengembangan dermaga untuk rute susur sungai yang akan berakhir di kawasan Kota Tua.
• Fasilitas Penunjang: Pembangunan toilet standar pariwisata dan area kafe yang representatif.
Yudha menegaskan bahwa seluruh progres ini akan dipantau dan diperbarui setiap bulannya sepanjang tahun 2026.
“Kami berupaya menuntaskan ini agar destinasi Wisata Kota Tua ini benar-benar terasa ruhnya. Ini adalah sejarah yang nyata dan harus kita lestarikan untuk generasi mendatang,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Ramli






