benuakaltim.co.id, BERAU – Produk kerajinan lokal Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini tengah bersiap naik kelas.
Tak tanggung-tanggung, anyaman rotan khas Bumi Batiwakkal ini dibidik untuk menembus pasar nasional dengan kualitas yang mampu bersaing dengan daerah penghasil kerajinan ternama lainnya di Indonesia.
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Berau, Brigjen Pol (Purn) H. Edy Suswanto, mengungkapkan pihaknya tengah masif melakukan langkah strategis untuk memajukan industri kreatif ini. Salah satu fokus utamanya adalah di Kecamatan Segah.
Edy menegaskan, kunci utama untuk menembus pasar yang lebih luas adalah peningkatan kualitas produk. Oleh karena itu, Dekranasda Berau terus berupaya memperbarui kemampuan (upgrade skill) para pengrajin lokal melalui serangkaian pelatihan intensif.
“Kita akan terus upgrade kemampuan para pengrajin ini dengan pelatihan-pelatihan. Semakin sering latihan, semakin mahir, maka produknya akan semakin berkualitas,” ujar Edy Suswanto, Rabu (13/5/2026).
Langkah ini pun mendapat dukungan penuh dari sektor swasta. Dekranasda menjalin kolaborasi dengan sejumlah perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk menyokong sarana dan prasarana pelatihan tersebut.
Pemilihan Kecamatan Segah sebagai pusat pengembangan bukan tanpa alasan. Menurut Edy, wilayah ini memiliki potensi demografis yang luar biasa, di mana mayoritas penduduknya adalah masyarakat suku Dayak yang sudah memiliki kemahiran dasar dalam menganyam secara turun-temurun.
“Masyarakat Dayak di sana sudah punya basic anyam rotan. Jadi kita tinggal tingkatkan skill-nya. Apalagi di daerah mereka bahan baku rotan sangat melimpah. Jadi semuanya nyambung,” jelasnya.
Selain bertujuan meningkatkan kualitas produk, program ini juga menjadi upaya nyata dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan pelestarian kearifan lokal.
Optimisme tinggi terpancar dari target yang dicanangkan Dekranasda. Edy berharap, dengan kualitas yang terus meroket, produk anyaman rotan Berau tidak hanya terjual di lingkup lokal atau provinsi Kalimantan Timur saja, melainkan merambah ke kota-kota besar di Indonesia.
“Target saya, kalau kualitas sudah bersaing, kita lari ke level nasional. Kita cari market di luar Kalimantan Timur. Bahkan, saat ini sudah ada beberapa produk yang mulai masuk ke level nasional,” pungkasnya.
Dengan memaksimalkan potensi lokal dan dukungan dari berbagai pihak, anyaman rotan Berau diharapkan menjadi ikon baru ekonomi kreatif yang mampu bersaing dengan produk dari Jogja, Solo, maupun Bali. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






