benuakaltim.co.id, BERAU – Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini tengah menjadi primadona bagi para investor. Daya tarik wilayah ini terbukti mampu memikat banyak penanaman modal baru yang masuk sepanjang tahun 2026.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, mengonfirmasi kepercayaan investor terhadap potensi daerahnya terus meningkat.
“Alhamdulillah, kita menyambut positif saja karena dari semua kabupaten, Berau banyak menarik investor,” ujar Nanang saat ditemui dalam sebuah kesempatan, Sabtu (18/4/2026).
Banyak calon investor yang bertanya-tanya mengenai syarat khusus untuk menanamkan modal di Berau pada tahun 2026 ini.
Namun, Nanang menegaskan tidak ada prosedur rumit yang sengaja dibuat oleh pemerintah daerah.
Ia mengungkapkan bahwa rahasia kemudahan investasi di Berau terletak pada penggunaan sistem Online Single Submission (OSS).
Dengan sistem ini, pengurusan izin usaha menjadi jauh lebih praktis dan transparan bagi berbagai jenis perusahaan.
“Persyaratannya semuanya diatur di sistem OSS itu. Cukup mudah sekali sekarang, secara digital mereka juga terbit otomatis,” jelasnya.
Meski sektor industri lainnya mulai menggeliat, Nanang mengakui bahwa investasi di sektor teknologi dan pangan masih cenderung melambat.
Hal ini dipicu oleh kondisi ekonomi global dan nasional yang masih fluktuatif.
Menurut Nanang, beberapa investor teknologi yang sempat menyatakan minatnya kini memilih untuk menarik diri sementara sambil menunggu situasi stabil.
“Kalau teknologi kemarin sempat masuk, sekarang narik lagi karena menunggu suasana kondisi dulu,” tambahnya.
Hingga saat ini, kata dia pihak DPMPTSP juga mencatat belum ada pergerakan investasi baru yang signifikan di sektor industri tekstil maupun konstruksi baja di wilayah Berau.
“Kendati demikian, pemerintah daerah tetap optimistis bahwa kemudahan sistem digital akan terus menarik minat para pemodal di masa depan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Ramli






