benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda mencatat laba bersih sebesar Rp53,67 miliar berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk tahun buku 2025.
Capaian tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya seiring besarnya investasi yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Nadya Turisna, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang memengaruhi penurunan laba adalah pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang membutuhkan biaya cukup besar.
Menurutnya, investasi tersebut masih berada dalam tahap pembangunan sehingga manfaat ekonominya belum dapat dirasakan secara langsung dalam laporan keuangan tahun berjalan.
“Pada 2025 ada cukup banyak anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan IPAL. Biaya pembangunan sudah dikeluarkan, sementara manfaat dari investasi tersebut belum sepenuhnya masuk atau dirasakan pada tahun yang sama,” kata Nadya, Jumat (5/6/2026).
Selain proyek IPAL, berkurangnya pendapatan juga dipengaruhi kebijakan penghapusan biaya abonemen yang sebelumnya menjadi salah satu sumber penerimaan perusahaan. Kebijakan tersebut membuat beberapa komponen pendapatan PDAM mengalami penyesuaian.
“Dulu ada pendapatan dari biaya abonemen pelanggan. Sekarang biaya tersebut sudah dihapus sehingga tentu berpengaruh terhadap struktur pendapatan perusahaan,” ujarnya.
Meski laba perusahaan mengalami penurunan, Nadya memastikan kondisi keuangan Perumdam Tirta Kencana tetap berada dalam kategori sehat. Hal itu ditopang oleh pengelolaan keuangan yang dinilai cukup baik serta tidak adanya beban utang yang membebani perusahaan.
Ia menilai penurunan laba saat ini merupakan konsekuensi dari langkah investasi yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dalam jangka panjang.
“Secara finansial perusahaan masih dalam kondisi aman. Investasi yang dilakukan memang berdampak pada laba saat ini, tetapi tujuan utamanya untuk memperkuat pelayanan dan mendukung kebutuhan masyarakat ke depan,” jelasnya.
Selanjutnya, hasil audit yang mencatat laba bersih sebesar Rp53,67 miliar tersebut akan dibahas bersama Pemerintah Kota Samarinda guna menentukan besaran kontribusi yang akan disetorkan sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Nanti hasilnya akan dibawa dalam pembahasan bersama Wali Kota untuk menentukan berapa porsi laba yang akan disetorkan ke PAD,” pungkas Nadya. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Endah Agustina






