benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Bagi sebagian sekolah, kegiatan bersih-bersih mungkin hanya dilakukan sesekali. Namun berbeda dengan SD Negeri 009 Sungai Pinang. Setiap Jumat pagi, para siswa dan guru kompak turun langsung merawat lingkungan sekolah, menjadikan budaya gotong royong sebagai identitas yang terus dijaga.
Di lingkungan sekolah yang berada di Jalan Sentosa Dalam 1, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, para siswa terlihat menyapu halaman, mencabut rumput liar hingga membersihkan taman. Aktivitas tersebut bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari pembiasaan yang telah diterapkan sejak lama sebagai sekolah Adiwiyata.
Kepala SDN 009 Sungai Pinang, Siti Asijah, mengatakan program gotong royong telah menjadi agenda tetap setiap Jumat. Bahkan, gerakan Gotong Royong Indonesia Asri yang dicanangkan Pemerintah Kota Samarinda semakin memperkuat semangat warga sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Ini memang sudah menjadi program rutin kami. Sebagai sekolah Adiwiyata, kami ingin menanamkan kepada anak-anak untuk selalu cinta dan peduli terhadap lingkungan,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih dan asri berpengaruh langsung terhadap kenyamanan belajar siswa. Selain itu, berbagai pembiasaan seperti membawa tumbler dan kotak makan sendiri juga diterapkan untuk mengurangi sampah sekaligus membentuk karakter peserta didik.
“Kalau lingkungan sehat dan nyaman, proses belajar mengajar juga berjalan lebih baik. Anak-anak pun bisa menjadikan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar,” katanya.
Meski demikian, upaya tersebut masih menghadapi tantangan. Tidak semua siswa terbiasa menjaga kebersihan, bahkan masih ditemukan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Dukungan orang tua pun dinilai menjadi faktor penting agar pendidikan karakter yang dibangun di sekolah dapat berlanjut di rumah.
Sementara itu, Plt Camat Sungai Pinang, Didik Purwanto, menilai kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan harus dibangun sejak usia dini agar menjadi budaya yang melekat hingga dewasa.
“Yang kita tanamkan adalah kebiasaan. Dari kebiasaan itulah nantinya terbentuk karakter dan budaya hidup bersih yang akan terbawa sampai mereka besar,” katanya.
Menurut Didik, generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik. Karena itu, keterlibatan anak-anak dalam kegiatan gotong royong dinilai penting untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
“Mulailah dari hal-hal kecil dan dari diri sendiri. Karena kebersihan lingkungan bukan hanya untuk hari ini, tetapi investasi untuk masa depan yang lebih sehat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Endah Agustina






