DPUPR Berau Dukung Jalan Pintas Tanjung Batu–Tanah Kuning, Minta Status Lahan Dipastikan

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau menyatakan dukungan penuh terhadap rencana megaproyek pembangunan jalan pintas yang menghubungkan Tanjung Batu menuju Kawasan Industri Tanah Kuning, Kalimantan Utara (Kaltara).

Namun, proyek strategis ini tidak bisa langsung dieksekusi begitu saja karena ada sejumlah catatan krusial yang wajib dipenuhi sebelum masuk ke tahap teknis agar tidak menabrak aturan hukum.

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menegaskan verifikasi status kawasan menjadi poin mati yang tidak boleh ditawar dalam proyek interkoneksi ini.

Baca Juga :  UM Berau Ajukan Kuota Beasiswa BPDPKS untuk Mahasiswa Fakultas Pertanian

Menurutnya, pemerintah daerah maupun pusat harus segera turun tangan memeriksa legalitas lahan secara menyeluruh, menetapkan batas administrasi yang jelas, serta memetakan kewenangan antarwilayah sebelum menyusun cetak biru (blueprint) pembangunan.

“Perlu kita cek dulu status kawasannya, status lahannya, dan batas antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara,” ujar Junaidi saat memberikan keterangan resmi kepada benuakaltim.co.id, Senin (20/7/2026).

Langkah preventif ini dinilai sangat mendesak demi meminimalisasi risiko sengketa lahan atau jeratan persoalan hukum yang kerap menghantui proyek infrastruktur skala besar di kemudian hari. Terlebih lagi, kejelasan status lahan ini menjadi penentu utama dalam menghitung akurasi nilai anggaran yang akan digelontorkan dalam perencanaan pembangunan.

Baca Juga :  Pemkab Berau Gelontorkan Rp16 Miliar untuk Seragam Sekolah Gratis TA 2026/2027

“Karena (status lahan) akan memengaruhi nilai anggaran yang akan digelontorkan dalam satu perencanaan pembangunan,” tegas Junaidi.

Di balik kehati-hatian tersebut, DPUPR Berau menilai jalur logistik baru menuju Tanah Kuning ini memiliki nilai investasi dan geopolitik yang sangat strategis sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan.

Kehadiran akses jalan yang memadai dipastikan bakal memotong waktu tempuh, memperlancar mobilitas warga, dan otomatis memicu lahirnya pusat-pusat aktivitas ekonomi baru di sepanjang koridor tersebut.

Baca Juga :  Komunitas Penyelam Berau Divers Kecam Aksi Nelayan Asing Tangkap Hiu Dijadikan Umpan Pancing

Guna memuluskan rencana ini, DPUPR Berau memastikan siap membuka jalur koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun pemerintah pusat agar visi pembangunan tetap selaras.

Sebagai penutup, ia kembali menekankan bahwa komitmen Pemkab Berau dalam mendukung proyek ini tetap berjalan di atas koridor kepatuhan regulasi dan asas kehati-hatian yang matang sejak awal.

“Pada prinsipnya kami mendukung, karena ini menyangkut konektivitas dan pengembangan wilayah. Tapi tentu harus melalui tahapan perencanaan yang matang dan sesuai regulasi,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha