Pria 43 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Mandi Mess Perusahaan Tambang Berau

EVAKUASI: Korban meninggal dunia yang berinisial GPK (43) ditemukan tewas tergantung di kamar mandi mess perusahaan tambang kawasan Tanjung Redeb, dievakuasi oleh petugas, Senin (7/9/2026). (DOK: HUMAS POLRES BERAU)

benuakaltim.co.id, BERAU – Seorang pria berinisial GPK (43) ditemukan tewas tergantung di kamar mandi mess perusahaan tambang kawasan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.

Korban diketahui berasal dari Salatiga, Jawa Tengah, tersebut pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya dan sang tunangan dalam kondisi tidak bernyawa.

Kasi Humas Polres Berau, AKP Suradi, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyampaikan jenazah korban saat ini disemayamkan sementara di RSUD dr Abdul Rivai untuk menunggu kedatangan keluarga.

Baca Juga :  Satpol PP Berau Perketat Pengawasan Wisata Kuliner, Antisipasi Miras hingga Pengamen

“Rencana korban akan dikebumikan di Kabupaten Berau dengan menunggu keluarga korban yang akan datang hari Selasa (8/9/2026) hari ini,” ujar Suradi.

Berdasarkan keterangan saksi berinisial FA (34), insiden ini terungkap saat dirinya sedang beristirahat di dalam mess. Sekitar pukul 13.00 WITA, FA terbangun akibat suara seseorang membuka pintu mess, yang disusul oleh tangisan seorang perempuan.

Baca Juga :  Krisis BBM Berulang di Berau, DPRD Desak Pemerintah Dongkrak Kuota ke BPH Migas

Perempuan yang ternyata merupakan tunangan GPK tersebut kemudian mendatangi kamar FA untuk meminta bantuan mendobrak pintu kamar korban yang terkunci. Ketika pintu kamar berhasil dirobohkan, ruangan dalam keadaan kosong. Keduanya lalu mengecek area kamar mandi dan menemukan korban sudah tergantung dalam keadaan meninggal dunia.

Saksi FA langsung melaporkan kejadian tersebut ke piket Polsek Tanjung Redeb. Petugas kepolisian yang tiba di tempat kejadian perkara (TKP) segera melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal.

Baca Juga :  Wabup Gamalis Pastikan Pasokan Oksigen di Berau Tercukupi

Berdasarkan informasi awal dari tunangan korban, GPK diketahui memiliki riwayat penyakit ginjal. “Sementara ini, pihak perusahaan masih menunggu kedatangan keluarga korban untuk proses administrasi terkait penolakan autopsi,” tutur Suradi. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha