Dinkes Kaltim Pastikan UGD Puskesmas Batuah Siaga 24 Jam, Pasien Meninggal Diduga Pneumonia Berat

Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin. (FOTO: Fandi/Benuakaltim)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, menegaskan pelayanan kesehatan di Puskesmas Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), termasuk Unit Gawat Darurat (UGD), telah berjalan optimal dan siaga penuh selama 24 jam.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul meninggalnya seorang anak yang diduga akibat penyakit pernapasan berat. Menurut Jaya, Puskesmas Batuah telah mendapat dukungan tenaga kesehatan yang berjaga 1×24 jam melalui kolaborasi dengan sejumlah perusahaan di sekitar wilayah tersebut.

“Puskesmas Batuah didukung tenaga kesehatan berjaga 24 jam untuk menangani kasus darurat,” ujar Jaya, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, dukungan tersebut difokuskan untuk memperkuat penanganan kegawatdaruratan masyarakat, termasuk kasus gangguan pernapasan, kecelakaan, hingga kondisi kritis lainnya.

Baca Juga :  BPKAD Tegaskan Pengadaan Mobil Dinas Gubernur Rp8,5 Miliar Sesuai Aturan, Ini Penjelasannya

Terkait pasien yang meninggal dunia, Jaya menyebut anak tersebut sebelumnya telah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit swasta. Dengan demikian, penanganan di Puskesmas Batuah bukan merupakan tindakan medis pertama, melainkan lanjutan dari proses pengobatan sebelumnya.

“Kami akan mengundang seluruh rumah sakit dan puskesmas yang menangani pasien ini untuk mengetahui secara pasti riwayat penyakit dan penanganan medis yang diberikan, karena sampai saat ini laporan lengkapnya belum kami terima,” tambahnya.

Berdasarkan informasi awal yang diterima Dinas Kesehatan, pasien diduga mengalami infeksi atau peradangan saluran pernapasan berat yang mengarah pada pneumonia. Kondisi tersebut menyebabkan sesak napas parah saat kembali mencari pertolongan medis.

Baca Juga :  APBD Turun Rp6,5 Triliun, Pemprov Kaltim Tetap Gelontorkan Rp1,377 Triliun untuk Gratispol Pendidikan

Saat tiba di fasilitas kesehatan terdekat, saturasi oksigen pasien dilaporkan sudah berada di bawah 70 persen, yang menandakan kondisi sangat kritis. Meski oksigen tersedia dan tindakan awal dilakukan, tenaga medis memutuskan melakukan rujukan karena kondisi pasien terus memburuk.

“Ini bukan soal kekurangan oksigen, tapi memang penyakitnya sudah berat. Pneumonia dalam kondisi kritis bisa menyerang banyak organ dan sangat sulit ditangani,” tegas Jaya.

Baca Juga :  BPKAD Tegaskan Pengadaan Mobil Dinas Gubernur Rp8,5 Miliar Sesuai Aturan, Ini Penjelasannya

Ia menambahkan, pneumonia pada anak merupakan penyakit berbahaya yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Vaksin pneumonia telah masuk dalam program imunisasi nasional dan ditujukan bagi anak-anak sebagai langkah perlindungan dini.

Ke depan, Dinas Kesehatan Kaltim akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR). Langkah itu mencakup peningkatan fasilitas layanan darurat, termasuk memastikan ketersediaan dan kemudahan distribusi oksigen medis di wilayah sekitar Puskesmas Batuah.

“Yang terpenting adalah pencegahan dan deteksi dini. Jangan menunggu kondisi berat baru dibawa ke fasilitas kesehatan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *