benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Program Sedekah Sampah yang digelar di Kota Samarinda berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp10,5 juta dari hasil penjualan sampah bernilai ekonomi. Sebagian besar dana tersebut, yakni Rp7,5 juta, disalurkan kepada Rumah Singgah Kanker Kota Samarinda sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus kampanye pengelolaan sampah.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda pada Jumat (29/5/2026) kemarin, bertepatan dengan rangkaian kegiatan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan program tersebut tidak hanya bertujuan menggalang bantuan sosial, tetapi juga mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya.
“Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memahami bahwa sampah memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik. Selain membantu sesama, program ini juga menjadi sarana edukasi untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (30/5/2026).
Ia menjelaskan, sampah yang terkumpul berasal dari berbagai elemen masyarakat dan instansi yang berpartisipasi dalam kegiatan sedekah sampah yang dilaksanakan di kawasan Islamic Center Samarinda pada 31 Maret 2026 lalu.
Dari kegiatan tersebut, terkumpul sebanyak 1.282 kilogram sampah plastik, 2.808 kilogram kertas dan kardus, 109 kilogram logam, serta 487 liter minyak jelantah yang kemudian dijual dan dikonversi menjadi dana bantuan.
Menurut Suwarso, antusiasme peserta cukup tinggi. Kegiatan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), sekolah, rumah sakit, perbankan, hotel, bank sampah, hingga masyarakat umum. Beberapa instansi vertikal juga turut berpartisipasi dengan menyumbangkan sampah yang masih memiliki nilai jual.
Ia berharap program serupa dapat terus digalakkan karena mampu memberikan manfaat ganda, yakni membantu kegiatan sosial sekaligus membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik di tengah masyarakat.
“Program sedekah sampah tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi juga membangun budaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat sehingga kesadaran lingkungan bisa terus tumbuh,” pungkasnya. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






