DPK Kaltim Dorong Perpustakaan SMA/SMK Bertransformasi jadi Ruang Kreativitas Pelajar

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (BP3KM) DPK Kaltim, Hana Iriana saat menunjukkan koleksi buku di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim. (FOTO: Aditya Setiawan)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong peningkatan fungsi perpustakaan sekolah agar tidak hanya menjadi tempat penyimpanan koleksi buku, tetapi juga berkembang sebagai pusat kreativitas dan inovasi bagi peserta didik.

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca (BP3KM) DPK Kaltim, Hana Iriana, mengatakan pihaknya saat ini memfokuskan pembinaan terhadap perpustakaan di jenjang SMA, SMK, dan SLB yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Menurutnya, perubahan paradigma tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya literasi sekaligus mendukung pengembangan potensi siswa melalui berbagai kegiatan yang berbasis perpustakaan.

Baca Juga :  Pemprov Kaltim Minta Pemberitaan Anggaran LPTQ Berbasis Data, Tegaskan Tak Ada Temuan BPK

“Kami berkomitmen mengoptimalkan perpustakaan tingkat SMA, SMK, dan SLB agar tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga wadah pengembangan inovasi pelajar,” ujar Hana di Samarinda, Senin.

Ia menjelaskan, sejak adanya penyesuaian kebijakan dari Perpustakaan Nasional pada 2025, pembinaan kini difokuskan kepada 499 sekolah menengah yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Untuk menjangkau sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil, DPK Kaltim memanfaatkan teknologi digital dengan menggelar pembinaan dan sosialisasi secara daring melalui platform Zoom. Langkah tersebut dinilai mampu memperluas jangkauan pelayanan tanpa terkendala kondisi geografis.

Sementara bagi sekolah yang berada di wilayah yang mudah diakses, pembinaan dilakukan secara tatap muka dengan mengumpulkan beberapa perwakilan sekolah dalam satu kegiatan sehingga proses pendampingan dapat berjalan lebih efektif.

Baca Juga :  Pemprov Kaltim Intensifkan Pendataan Kendaraan Tambang, Bidik Optimalisasi PAD dari Pajak Daerah

Berdasarkan data DPK Kaltim, saat ini baru sekitar 12 persen perpustakaan sekolah yang telah memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP). Sementara sekitar 78 persen lainnya masih memerlukan pembenahan agar sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan.

Hana menegaskan bahwa peningkatan kualitas perpustakaan sekolah menjadi salah satu prioritas instansinya dalam upaya memperbaiki mutu layanan literasi di Kalimantan Timur.

“Upaya pembenahan komprehensif ini dipastikan tetap berjalan maksimal, karena pembinaan perpustakaan sekolah menjadi fokus kami dalam peningkatan mutu layanan pustaka,” katanya.

Baca Juga :  Pemprov Kaltim Minta Pemberitaan Anggaran LPTQ Berbasis Data, Tegaskan Tak Ada Temuan BPK

Selain memberikan pendampingan, DPK Kaltim juga melakukan kunjungan langsung ke sejumlah perpustakaan sekolah di Kota Samarinda untuk memastikan pengelolaan dan pelayanan telah mengarah pada standar akreditasi yang berlaku.

DPK Kaltim optimistis komitmen sekolah untuk membenahi fasilitas literasi akan semakin meningkat sehingga perpustakaan dapat menjadi bagian penting dalam mendukung proses belajar mengajar.

Penguatan budaya membaca dan peningkatan kualitas perpustakaan di lingkungan sekolah diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kalimantan Timur, yang pada tahun 2025 berhasil menempati peringkat ketujuh secara nasional. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha