benuakaltim.co.id, BERAU– Aliansi Mahasiswa Nusantara Kalimantan Timur (AMAN) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Berau pada Rabu (1/7/2026). Massa menolak keras penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas indikasi korupsi dalam pelaksanaannya.
Koordinator Aksi sekaligus Ketua Korwil AMAN Kaltim, Muhammad Andi Alfian, menyatakan penghentian program MBG telah memukul perekonomian lokal. Dampak serius ini langsung dirasakan oleh para pedagang, petani, hingga nelayan setempat.
“Kami kemarin cek di pasar. Program ini sedikit-sedikit distop, dampaknya jualan pedagang menjadi sepi. Makanya kami membela ini, karena MBG sebenarnya punya dampak yang sangat luar biasa bagi masyarakat,” ungkap Alfian Kamis (2/7/2026).
Alfian mempertanyakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim atas mandeknya program ini. Ia menegaskan, penutupan program MBG secara permanen hanya akan memicu gelombang pengangguran baru bagi para pekerja dan relawan yang terlibat di dalamnya.
“Kalau program MBG ini ditutup, apakah ada jaminan dari Bupati atau Pemprov Kaltim bahwa pekerja dan relawan yang terlibat setiap hari bisa mendapatkan pekerjaan yang layak? Apakah ada jaminannya?,” tegasnya.
Tak hanya menuntut keberlanjutan program, Aliansi AMAN juga mendukung penuh langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau untuk membersihkan program MBG dari praktik penyelewengan. Mereka meminta penegak hukum menindak tegas siapa pun yang bermain di balik layar.
“Pernyataan dari kejaksaan sudah jelas, kami minta usut tuntas MBG ini terkait dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) tanpa kompromi,” pinta Alfian.
Meski diterpa isu miring dan ancaman penutupan, Alfian memastikan pihak-pihak yang peduli dengan keberlanjutan program ini masih terus solid bergerak di lapangan. Hingga saat ini, komitmen dengan seluruh mitra di lapangan diklaim masih berjalan dengan baik demi kepentingan masyarakat luas. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






