Relokasi TPA ke Kawasan Pegat Bujur Diklaim DLHK Sesuai Rencana

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari

benuakaltim.co.id, BERAU – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Berau memastikan proses relokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ke kawasan Pegat Bukur terus berjalan sesuai rencana.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengungkapkan pembebasan lahan sebelumnya telah tuntas dan diumumkan langsung oleh tim pengadaan lahan.

Kendati demikian, tantangan baru kini muncul pada tahap komunikasi dengan pihak ketiga atau pihak yang mengklaim sebagai pemilik konsesi lahan tersebut.

Hingga saat ini, pihak DLHK terus intensif membangun komunikasi agar lahan seluas itu dapat diinklafkan sepenuhnya untuk kepentingan TPA pemerintah.

Baca Juga :  Wakil Bupati Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Tiga Suku Asli Berau

“Itu sebenarnya sudah dijawab oleh teman-teman kita ya, sudah ada pembebasannya, sudah dibebaskan, sudah diumumkan oleh tim dari pengadaan lahan, dan itu sudah berjalan,” ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, Sabtu (26/9/2026).

Zulkifli menjelaskan, tantangan utama saat ini bukan lagi pada proses pembebasan, melainkan bagaimana meyakinkan pihak yang mengaku sebagai pemilik konsesi agar bersedia menyerahkan status lahan tersebut sepenuhnya untuk fasilitas publik.

Pihaknya berharap pemilik lahan kooperatif demi kepentingan pengolahan sampah jangka panjang di Kabupaten Berau.

Baca Juga :  Wakil Bupati Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Tiga Suku Asli Berau

“Tinggal bagaimana mengkomunikasikan dengan pemilik yang mengaku pemilik konsesi itu. Sampai sekarang saya masih melakukan komunikasi dengan beliau. Kita harapkan juga beliau bisa menginklafkan lahan itu sebagai lahan TPA karena digunakan untuk pemerintah juga,” tegasnya.

Terkait pembangunan fisik TPA Pegat Bukur, Zulkifli menyebutkan bahwa pengerjaannya berada di bawah koordinasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Berau.

DLHK bertindak sebagai pihak yang menyiapkan konsep pengelolaan dan pemanfaatan lokasi tersebut.

Baca Juga :  Wakil Bupati Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Tiga Suku Asli Berau

Mengingat lokasi TPA baru yang berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota, Zulkifli mengakui bahwa pihaknya membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, terutama armada pengangkutan sampah serta alokasi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang cukup.

“Karena bagaimanapun juga tidak bisa laksanakan lokasinya yang sampai 20 kilometer dari sekarang, pasti kita membutuhkan banyak BBM terutama untuk mobilitas yang baru,” pungkas Zulkifli. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha