benuakaltim.co.id, BERAU – Pertamina Patra Niaga kini tengah mematangkan rencana untuk menerapkan layanan pengisian BBM secara mandiri atau self service di wilayah tersebut.
SPBU Kilometer Lima diproyeksikan bakal menjadi pionir atau lokasi pertama yang memelopori sistem pengisian mandiri ini. Langkah inovatif ini diambil setelah Pertamina berhasil membuka operasional 24 jam penuh di tiga SPBU wilayah Berau.
Sales Branch Manager Kaltimut III Fuel Pertamina Patra Niaga, Hermawan Bagus, mengungkapkan bahwa skema self service sebenarnya sudah masuk dalam agenda besar perusahaan.
Fokus utama saat ini masih tertuju pada optimalisasi jam operasional SPBU 24 jam agar berjalan mulus tanpa kendala.
“Kita akan terapkan pertama kali di SPBU Kilometer Lima, proyeksinya dalam waktu dekat,” ujar Bagus dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Menariknya, peralihan menuju sistem self service ini ternyata tak butuh perombakan besar-besaran pada infrastruktur SPBU.
Menurut Bagus, peningkatan fasilitas hanya perlu menambah mesin pengatur khusus untuk menunjang sistem pelayanan mandiri tersebut.
Tak cuma menghadirkan self service, Pertamina juga bakal menggenjot penggunaan dispenser BBM yang ada di seluruh SPBU agar bekerja lebih maksimal.
Strategi ini diharapkan mampu memangkas antrean dan mempercepat proses pelayanan kepada para konsumen.
Salah satu fokus pembenahan yakni fasilitas dispenser khusus sepeda motor di SPBU Haji Isa III yang bakal segera diaktifkan.
Langkah ini diambil demi memberikan kenyamanan dan kemudahan ekstra bagi para pengendara roda dua saat mengantre bensin.
Sinyal perubahan ini pun mendapat sambutan hangat dari warga Tanjung Redeb, salah satunya Andika.
Ia menilai, hadirnya layanan SPBU 24 jam sangat membantu memberikan fleksibilitas waktu bagi masyarakat yang membutuhkan BBM di jam-jam krusial.
Mengenai wacana self service, Andika mengaku tak kaget karena sistem pengisian mandiri seperti ini sudah lazim ditemui di kota-kota lain, termasuk Balikpapan.
Menurutnya, inovasi ini bisa menjadi alternatif pelayanan yang efisien bagi masyarakat setempat.
Namun, di balik antusiasme tersebut, masyarakat menyimpan satu harapan besar kepada Pertamina.
Andika menegaskan bahwa perpanjangan jam operasional dan penerapan self service harus diimbangi dengan jaminan pasokan BBM yang selalu aman dan tidak langka.
“Yang penting stok dan ketersediaan selalu ada. Jangan sampai sia-sia buka seharian atau masyarakat harus melayani sendiri kalau BBM-nya tidak tersedia,” tegasnya menandaskan. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Ramli






