Borneo FC Bidik Lolos Fase Awal ACGL, Mauro Jeronimo Incar Final

Foto bersama pelatih dan pemain dari ketiga tim yang akan berkiprah di ajang ACGL. (FOTO: Aditya Setiawan)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Borneo FC Samarinda membidik kelolosan dari fase awal ajang AFC Challenge League (ACGL) dan berambisi melangkah hingga partai final. Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo, menegaskan timnya akan fokus menghadapi setiap pertandingan demi meraih hasil maksimal dalam kompetisi tersebut.

Mauro menyebut, target utama Pesut Etam saat ini adalah memastikan kelolosan ke fase berikutnya. Setelah itu, tim akan berusaha menjaga peluang untuk mencapai target yang lebih tinggi.

“Dalam sepak bola, kita selalu mengatakan bahwa pertandingan berikutnya adalah yang paling penting. Target utama kami adalah melewati fase ini. Setelah itu, kami harus bermimpi dan mencoba mencapai final,” ujarnya.

Meski memiliki ambisi besar di ACGL, Mauro mengingatkan anak asuhnya agar tidak kehilangan fokus dan tetap menghormati setiap lawan. Menurutnya, setiap pertandingan memiliki tantangan tersendiri sehingga kerja keras dan kerendahan hati menjadi kunci untuk meraih kemenangan.

Ia juga menilai pertandingan menghadapi Yangon United bakal berlangsung ketat dan kompetitif. Mauro mengaku pernah menghadapi Shan United saat masih berkiprah di Myanmar musim lalu. Namun, Yangon United merupakan lawan berbeda yang perlu diwaspadai.

“Tentu ini akan menjadi pertandingan yang sulit dan kompetitif. Dalam sepak bola saat ini, semua pertandingan itu sulit. Kami harus rendah hati, fokus, dan bekerja keras jika ingin menang,” tegasnya.

Di sisi lain, Mauro turut menyoroti persoalan polusi udara yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Ia menyayangkan kondisi tersebut dan menilai persoalan kualitas udara jauh lebih penting daripada sepak bola.

Menurutnya, tingginya polusi udara bukan hanya berdampak kepada pemain, tetapi juga seluruh masyarakat yang harus beraktivitas dan menghirup udara tercemar.

“Saya pikir ini lebih penting daripada sepak bola. Meskipun demikian, jika aturan memungkinkan pertandingan tetap berlangsung dalam kondisi seperti ini, kami akan berusaha sebaik mungkin dan tidak menjadikannya alasan untuk mengurangi kualitas permainan,” katanya.

Mauro juga berharap dukungan suporter dapat menjadi kekuatan tambahan bagi Borneo FC dalam menjalani kiprahnya di ACGL. Ia menyadari tim masih berada dalam tahap awal musim dan terus berupaya membangun kekompakan antarpemain.

Baginya, kehadiran suporter di stadion memiliki peran penting dalam mendorong tim tampil maksimal. Ia pun berjanji seluruh pemain akan memberikan kemampuan terbaik demi membanggakan pendukung Pesut Etam dan pencinta sepak bola Indonesia.

“Kami memahami bahwa para penggemar adalah pemain ke-12 di lapangan. Kami membutuhkan dukungan mereka dan berjanji akan memberikan segala yang kami miliki untuk membuat mereka bangga,” ungkapnya.

Sementara itu, pemain Borneo FC, Cristian Matheus, menegaskan tim memiliki ambisi untuk melangkah lebih jauh dan berjuang meraih hasil terbaik dalam setiap pertandingan ACGL.

Cristian mengatakan, tim tidak ingin terburu-buru memikirkan target akhir tanpa terlebih dahulu menyelesaikan setiap tantangan yang ada di depan mata.

“Target pertama adalah menjalani pertandingan demi pertandingan dan mencoba memenangkan satu pertandingan pada satu waktu. Jika kami berhasil melakukannya, kami bisa bermimpi dan mencoba melangkah lebih jauh,” tuturnya.

Dengan target lolos dari fase awal, Borneo FC berupaya menjaga konsentrasi dan konsistensi permainan dalam persaingan ACGL. Pesut Etam berharap mampu melewati setiap tantangan untuk membuka peluang melangkah hingga fase akhir kompetisi. (*)

Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha