Karhutla Sambutan Meluas, Asap Pekat Ganggu Pengendara Samarinda-Tenggarong

Pantauan jurnalis benuakaltim.co.id, saat melintasi jalan di kawasan Kota Samarinda.(FOTO: Aditya Setiawan)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), kian meluas. Luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai lebih dari 20 hektare, sementara asap pekat mulai mengganggu jarak pandang pengguna jalan poros Samarinda-Makroman hingga mengarah ke Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar).

Kondisi tersebut membuat sejumlah pengendara terpaksa menepi karena asap tebal mengganggu pernapasan dan menyebabkan mata terasa perih. Bahkan, sebagian pengendara memilih menggunakan masker saat melintasi kawasan terdampak.

Kebakaran yang terjadi di kawasan Jalan Pelita, Kecamatan Sambutan, sebelumnya sempat mendekati Perumahan Korpri hingga mengepung kawasan permukiman tersebut. Puluhan rumah dilaporkan terdampak akibat kobaran api yang merambat cepat.

Baca Juga :  Antre BBM Ganggu Pendapatan Ojol, Waktu Tunggu Bisa Hilangkan hingga 4 Orderan

Hembusan angin kencang memperparah situasi. Hingga Minggu (4/10/2026) dini hari, titik api baru masih bermunculan dan bergerak mendekati jalur utama yang menghubungkan Samarinda dengan Tenggarong.

Salah seorang pengendara, Khusnul, mengaku terganggu dengan kepulan asap saat melintas bersama adiknya, Riski, dari Samarinda menuju Tenggarong. Keduanya akhirnya memilih menepi setelah memasuki kawasan dengan asap yang cukup tebal.

“Terganggu, terutama buat pernapasan,” kata Khusnul, Ahad pagi.

Ia menyebut asap yang menyelimuti jalan cukup pekat sehingga mengganggu perjalanan.
“Lumayan tebal. Ini kami dari Samarinda mau ke Tenggarong,” ujarnya.

Sementara itu, petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api di sejumlah titik. Namun, proses penanganan terkendala angin kencang serta akses menuju beberapa lokasi kebakaran yang sulit dijangkau.

Baca Juga :  Andi Harun Minta Permasalahan Antrean BBM di Samarinda Ditelusuri

Kabid Kedaruratan BPBD Kota Samarinda, Edi Susanto, mengatakan tim di lapangan memprioritaskan penanganan titik api yang berada di sekitar jalan raya untuk mengurangi dampak asap terhadap pengguna jalan.

“Saat ini sedang penanganan oleh tim kami. Mulai siang tadi sampai saat ini memang asapnya mengganggu jarak pandang masyarakat, ditambah lagi dengan angin kencang yang bertiup,” kata Edi di lokasi kebakaran.

Menurutnya, kondisi angin tidak hanya membuat asap semakin pekat, tetapi juga meningkatkan risiko api kembali menjalar ke area lain. Sejumlah titik kebakaran baru masih ditemukan di sekitar lokasi.

Baca Juga :  Antre BBM Ganggu Pendapatan Ojol, Waktu Tunggu Bisa Hilangkan hingga 4 Orderan

BPBD Samarinda mencatat luas lahan yang terbakar di Kecamatan Sambutan telah mencapai lebih dari 20 hektare. Hingga kini, penyebab kebakaran masih belum diketahui.

Petugas bersama Satgas Darat Karhutla terus berupaya mengendalikan api agar tidak semakin meluas, terutama ke kawasan permukiman warga dan jalur transportasi.

BPBD juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan. Pengendara yang melintasi kawasan terdampak diminta menggunakan masker dan mengurangi kecepatan ketika jarak pandang terganggu asap.

Warga juga diharapkan tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi jalan tertutup asap pekat demi menghindari risiko kecelakaan. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha