benuakaltim.co.id, BERAU — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, memastikan bantuan alat kesehatan yang akan datang bukan bersumber dari dana kas hibah alat.
Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, mengungkapkan proses pengadaan bantuan alat kesehatan ini masih berjalan dan memerlukan penyesuaian yang ketat.
“Itemnya banyak. Lagi pula itu masih proses ya, karena harus disesuaikan dengan kondisi data yang ada di ASPAK (Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan) masing-masing pasien,” ujar Lamlay saat dikonfirmasi, Senin (5/10/2026).
Lamlay menegaskan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak akan sembarangan mengakomodasi usulan yang diajukan oleh daerah jika tidak sinkron dengan data riil di lapangan. “Kemenkes tidak akan mau mengakomodasi kalau yang diusulkan Kabupaten Berau itu tidak sesuai dengan inputan di ASPAK,” tegasnya.
Lebih lanjut, Lamlay merinci bantuan alat kesehatan tersebut nantinya akan didistribusikan ke sejumlah fasilitas layanan kesehatan utama guna memperkuat penanganan medis di Bumi Batiwakkal.
“Puskesmas, Labkesda, sama rumah sakit,” kata Lamlay saat membeberkan fasilitas penerima bantuan.
Tidak hanya fasilitas penunjang dasar, peningkatan layanan untuk penyakit katastropik juga menjadi salah satu fokus utama dalam pengadaan ini.
“Ada jantung juga sih, jantung kalau untuk di rumah sakit ya, untuk apa, pelayanan jantung,” imbuhnya.
Ketika disinggung mengenai kapan kepastian alat-alat canggih tersebut akan mendarat di Berau, Lamlay memperkirakan pengiriman kemungkinan baru akan terealisasi paling cepat pada tahun depan.
“Kalau saya duga, paling cepat tahun depan. Heeh, saya duga, paling cepat tahun depan,” pungkasnya.
Ia menambahkan, keterlambatan ini wajar terjadi karena setiap usulan harus melewati tahapan verifikasi dan sinkronisasi data yang ketat langsung bersama pihak Kemenkes. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






