benuakaltim.co.id, BERAU – Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Berau, Mulyadi, dengan tegas membongkar adanya praktik monopoli proyek yang selama ini dikuasai oleh kelompok atau orang-orang tertentu saja.
Mulyadi mengungkapkan, situasi tidak sehat tersebut terjadi akibat kekosongan kepemimpinan definitif di Dinas Perkim selama dua tahun. Kondisi ini dimanfaatkan segelintir oknum kontraktor untuk memonopoli pekerjaan di lapangan.
“Karena kosongnya pimpinan definitif di Perkim selama dua tahun, sehingga pada saat kami duduk, di situlah ada masukan dari teman-teman kontraktor yang kinerjanya selama ini monopoli dan hanya orang-orang tertentu,” ujar Mulyadi, Selasa (6/10/2026).
Namun, seiring berjalannya waktu, Mulyadi memastikan pihaknya telah merombak sistem kerja agar lebih transparan dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Hasilnya pun mulai terlihat dengan banyaknya wajah-wajah baru kontraktor yang kini bisa ikut berpartisipasi dan bekerja di Dinas Perkim Berau.
“Itu bisa dibuktikan. Artinya kita beri kesempatanlah kontraktor-kontraktor dan konsultan ini untuk sama-sama bekerja. Itu prinsip saya,” tegasnya.
Mulyadi tidak menampik bahwa di awal kepemimpinannya, ia sempat mendapatkan berbagai tantangan dan resistensi dari pihak-pihak tertentu. Kendati demikian, ia tetap memilih berjalan lurus demi menegakkan aturan yang adil bagi seluruh pelaku jasa konstruksi di Kabupaten Berau.
“Walaupun di awal saya sempat mendapatkan tantangan untuk itu, tapi setelah saya evaluasi yang ada, saya tetap jalan. Dan ke depan juga seperti itu, artinya kita sesuai regulasi,” pungkas Mulyadi. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






