SAMARINDA – Bantuan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Pemerintah Australia mulai dikerahkan di Kalimantan Timur. Pesawat pengebom air Hercules C-130 dengan kapasitas angkut hingga 15.000 liter air dalam sekali penerbangan resmi dioperasikan untuk memadamkan titik kebakaran.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan, pengerahan armada tersebut merupakan tindak lanjut dari permintaan dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta.
Menurutnya, respons BNPB terbilang cepat dengan mendatangkan bantuan pesawat dari Australia untuk memperkuat penanganan karhutla, terutama di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Kami meminta dukungan penanganan karhutla di Kaltim. Alhamdulillah direspon cepat oleh BNPB dengan mengerahkan bantuan pesawat dari Australia untuk melakukan water bombing di wilayah ini,” kata Seno Aji, Sabtu.
Pemprov Kaltim, lanjut Seno, juga dijadwalkan mendampingi pelaksanaan operasi tersebut. Terlebih, Perdana Menteri Australia direncanakan berkunjung langsung ke Kaltim pada Rabu, 11 November 2026.
Operasi pengeboman air ini dijadwalkan berlangsung hingga 12 November. Sasaran pemadaman mencakup wilayah dengan total luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 40 hingga 50 hektare.
Ada empat daerah yang menjadi prioritas operasi udara, yakni Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar), Paser, dan Kutai Timur (Kutim).
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi mengungkapkan, operasi hari pertama telah dilaksanakan pada Jumat (6/11). Pesawat Hercules C-130 milik New South Wales Rural Fire Service (NSW RFS) tercatat melakukan tiga kali sorti water bombing di kawasan Makroman, Kecamatan Sambutan, Samarinda.
“Dengan kapasitas tersebut, penanganan titik panas (hotspot) di medan pedalaman yang sulit dijangkau tim darat kini bisa dilakukan lebih cepat dan terukur,” ujarnya.
Dalam operasi yang berlangsung selama sepekan tersebut, pesawat Hercules ditargetkan mampu melakukan hingga enam sorti penerbangan setiap hari. Lanud Dhomber Balikpapan ditetapkan sebagai pangkalan operasional armada.
Tak hanya Hercules C-130 sebagai pesawat pengebom air berkapasitas besar, Australia turut mengirimkan satu unit pesawat Cessna Citation yang bertugas sebagai pemandu arah atau lead plane.
Dukungan tersebut diperkuat dengan kehadiran 20 personel spesialis penerbangan taktis dari NSW RFS untuk mendukung kelancaran misi pemadaman karhutla di Kaltim. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






