Tanpa Listrik dan Internet, Siswa Gunung Tabur Bisa Punya Ruang Kelas Baru

PEMBANGUNAN: Pembangunan tiga ruang kelas baru di wilayah RT 17, Kelurahan Gunung Tabur, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini telah mencapai 95 persen. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM.CO.ID)

benuakaltim.co.id, BERAU – Pembangunan tiga ruang kelas baru di wilayah RT 17, Kelurahan Gunung Tabur, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini telah mencapai 95 persen.

Fasilitas pendidikan tersebut dijadwalkan mulai digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) pada Senin mendatang.

Pembangunan gedung sekolah ini merupakan komitmen PT TRH bersama Pemerintah Kabupaten Berau untuk mendukung akses pendidikan di daerah tersebut.

Ketua RT 17 Kelurahan Gunung Tabur, Fadly, mengonfirmasi bahwa proses fisik bangunan berbahan dinding kayu dan lantai cor tersebut sudah hampir rampung sepenuhnya.

Baca Juga :  Menhut Raja Juli Sebut Rekayasa Cuaca Jadi Opsi Terbaik Tekan Karhutla di Berau

“Sekarang bangunan sudah tiga ruangan, sudah 95 persen selesai. Rencananya kita akan gunakan proses belajar mengajar insya Allah hari Senin itu,” kata Fadly saat dihubungi Sabtu (29/8/2026).

Meskipun fasilitas utama seperti meja, kursi siswa dan guru, serta papan tulis sudah disiapkan hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat, kondisi sekolah masih jauh dari kata modern.

Sekolah ini belum dialiri arus listrik dan tidak terjangkau jaringan internet.

“Kipas angin belum ada karena listrik kita belum masuk. Jangankan listrik, jaringan (internet) untuk lokasi tempat sekolah itu tidak ada. Jadi guru mengajar masih manual,” jelas Fadly.

Baca Juga :  Polres Berau Terjunkan 225 Personel Gabungan, Percepatan Penanganan Karhutla

Selain masalah listrik dan sinyal, fasilitas sanitasi juga masih menjadi kendala.

Saat ini belum ada toilet yang dibangun di area sekolah tersebut.

“Untuk saat ini belum ada (toilet). Kami bersama masyarakat akan berupaya untuk menyiapkan itu mungkin selanjutnya. Yang penting anak-anak bisa belajar mengajar dulu,” ujarnya.

Gedung baru ini nantinya akan menampung sebanyak 52 siswa yang terbagi dari kelas 1 hingga kelas 6.

Baca Juga :  Berau Bidik Investasi Nasional Lewat Apkasi Otonomi Expo 2026

Menurut Fadly, kapasitas masing-masing ruang kelas diisi lebih dari 20 siswa yang menggabungkan beberapa tingkatan kelas.

Terkait dengan potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar wilayah Gunung Tabur, Fadly memastikan lokasi sekolah aman dari ancaman tersebut.

“Ada sebagian karhutla disebabkan oleh manusia, tapi alhamdulillah kami bersama masyarakat mengantisipasi. Untuk lokasi sekolah jauh, tidak terdampak,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha