benuakaltim.co.id, BERAU — Masalah perparkiran di sekitar kawasan fasilitas kesehatan kerap menjadi sorotan publik. Terbaru, kesemrawutan kendaraan serta lapak pedagang di sekitar RSUD dr Abdul Rivai, Berau, menuai keluhan dari masyarakat akibat dampaknya terhadap kelancaran arus lalu lintas.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) RSUD dr Abdul Rivai, Sarengat, memberikan penjelasan terbuka sekaligus membeberkan sejumlah dilema yang dihadapi pihak rumah sakit dalam mengelola fasilitas publik tersebut.
Sarengat mengakui, meski setiap tempat usaha wajib menyediakan lahan parkir yang memadai, kapasitas yang ada saat ini masih belum mencukupi tingginya kunjungan masyarakat ke rumah sakit. Terlebih, aturan akreditasi rumah sakit secara ketat mempersyaratkan kawasan Instalasi Gawat Darurat (IGD) harus steril dari gangguan demi kelancaran pelayanan darurat.
“Aturan akreditasi mensyaratkan bahwa ke IGD itu supaya tidak ada gangguan, harus bersih. Sehingga di dalam pelayanan kami, pasti akan ditanyakan bagaimana keadaan jalan sekitar rumah sakit,” ujar Sarengat saat memberikan keterangan, Kamis (24/9/2026).
Di tengah keterbatasan ruang dan tantangan perilaku pengendara yang terkadang enggan memarkirkan kendaraannya di lokasi parkir yang disediakan, pihak manajemen rumah sakit terus berupaya melakukan pembenahan.
Sarengat menegaskan, pihak rumah sakit berkomitmen memberikan kemudahan serta jaminan keamanan bagi warga yang berkunjung. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah memberikan ganti rugi penuh apabila terjadi kehilangan kendaraan maupun helm di area parkir resmi rumah sakit.
“Kalau ada kehilangan motor, akan diganti sesuai dengan taksiran nilai motor itu. Sama halnya dengan helm, selama bapak masuk dan memakai helm dan tercatat, maka akan diganti,” tegasnya.
Selain itu, pihak rumah sakit juga telah memperluas area parkir, seperti di sebelah parkir palet yang mampu menampung puluhan mobil—serta menggratiskan area parkir khusus untuk ambulans dan kendaraan darurat lainnya.
Terkait adanya sorotan terhadap petugas pengelola parkir di lapangan yang dinilai kurang optimal dalam berjaga, Sarengat menyatakan pihaknya telah mencatat dan menjadikan hal tersebut sebagai bahan evaluasi serius.
“Tadi masukan bahwa petugasnya hanya duduk-duduk saja, ini sudah jadi evaluasi kami. Nanti setelah ini kami panggil pihak pengelola untuk menyampaikan masukan dari masyarakat,” pungkasnya.
Pihak manajemen berharap melalui evaluasi berkelanjutan ini, ketertiban di sekitar RSUD dr Abdul Rivai dapat terus ditingkatkan demi kenyamanan bersama, baik bagi pasien, keluarga pasien, maupun pengguna jalan lainnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






