Kaltim Tourism Week 2026 Hadirkan Beragam Agenda, dari Mini Expo hingga Mahakam Mask Carnival

Konferensi pers Kaltim Tourism Week 2026 di Ruang Sapta Pesona Dispar Kaltim, Kamis (24/9/2026) kemarin.(FOTO: Aditya Setiawan/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Beragam kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif bakal mewarnai Kaltim Tourism Week 2026 yang digelar 25 September hingga 4 Oktober mendatang.

Program yang digagas Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur (Dispar Kaltim) tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Pariwisata Dunia sekaligus wadah untuk mempertemukan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Kaltim.

Sejumlah agenda disiapkan di Samarinda, Kutai Kartanegara hingga Kutai Timur. Kegiatannya meliputi pameran, talk show, workshop, olahraga wisata, aksi bersih destinasi hingga parade topeng.

Kepala Dispar Kaltim, Muhammad Faisal mengatakan Tourism Week diharapkan dapat menghidupkan berbagai kegiatan pariwisata sekaligus memperkuat kolaborasi antarpelaku sektor tersebut.

“Kami di Provinsi Kaltim berinisiatif membuat Kaltim Tourism Week karena menganggap momen ini penting untuk menyatukan kawan-kawan di sektor pariwisata. Jadi selama sepekan kita membuat kegiatan untuk meramaikan sektor pariwisata,” kata Faisal dalam jumpa pers di Ruang Sapta Pesona Dispar Kaltim, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga :  Jembatan Ruas Simpang Perdau–Batu Ampar Dipercantik dengan Nuansa Khas Kaltim

Rangkaian kegiatan akan dimulai melalui Pariwisata Fest atau Mini Expo yang digelar di Mal Lembuswana Samarinda, mulai 25 September hingga 4 Oktober 2026.

Sebanyak 20 stan disiapkan untuk para stakeholder pariwisata. Selain pameran, kegiatan tersebut juga diisi talk show, workshop dan berbagai perlombaan. Agenda di panggung juga berlangsung setiap hari, mulai pagi hingga malam.

“Kami pariwisata memulainya dengan melaksanakan Mini Expo. Ada 20 stan yang tersedia di sana dan sudah terisi khusus untuk stakeholder pariwisata. Silakan datang dan menyaksikan, mulai tanggal 25 September sampai 4 Oktober. Setiap hari ada acara di panggung, mulai pagi hingga malam hari,” ujarnya.

Agenda lain yang menjadi perhatian adalah Mahakam Mask Carnival 2026 di Samarinda. Pawai ini dijadwalkan berlangsung Minggu (27/9/2026). Peserta akan memulai perjalanan dari Kantor Pelindo di Jalan Yos Sudarso, kemudian menyusuri kawasan tepian Sungai Mahakam hingga menuju kawasan Kantor Gubernur Kaltim.

Baca Juga :  Mesin Pembangkit Rusak, Gangguan Listrik Kaltim Berdampak 100 MW

Sekitar 20 kelompok carnival dijadwalkan ambil bagian. Selain itu, 15 unit drum band juga disiapkan dan akan mengikuti perlombaan.

Faisal menyebut Mahakam Mask Carnival tidak hanya ditargetkan menjadi kegiatan pada 2026. Agenda tersebut diproyeksikan sebagai langkah awal menuju kegiatan parade topeng dengan skala lebih besar. “Ini sebuah embrio untuk acara yang lebih besar di tahun-tahun depan. Targetnya kita ingin mengadakan Parade 1001 Topeng Nusantara,” katanya.

Kaltim Tourism Week juga dirangkai dengan aksi bersih-bersih destinasi wisata secara serentak pada Jumat (25/9/2026). Dispar Kaltim akan melaksanakan kegiatan di kawasan Islamic Center Samarinda. Sementara Dispar kabupaten dan kota melaksanakan aksi serupa di destinasi masing-masing.

Di bidang ekonomi kreatif, pameran hasil kolaborasi dengan Politeknik Negeri Samarinda digelar pada 25–27 September di Temindung Creative Hub.

Baca Juga :  KPK Kawal Hak PI 10 Persen Migas, Kaltim Perlu Siapkan BUMD Khusus

Kemudian pada 3 Oktober, Gowes Wisata Kaltim Series 2 berlangsung di Tenggarong, Kutai Kartanegara. Peserta akan diajak mengunjungi sejumlah destinasi wisata dan mengikuti kegiatan paddleboard.

Masih pada tanggal yang sama, Dispar Kaltim juga menjadwalkan Deklarasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Kutai Timur. Deklarasi tersebut ditujukan untuk membangun komitmen bersama seluruh stakeholder dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Ada tiga poin yang ingin kita sampaikan dan kita sepakati serta kita patuhi bersama,” ujar Faisal.

Dalam momentum Tourism Week 2026, Dispar Kaltim juga mengusung slogan “Ayo Wisata di Kaltim Aja”. Slogan tersebut menjadi bagian dari upaya mengajak masyarakat lebih mengenal dan menikmati destinasi wisata yang ada di Kalimantan Timur.

“Jadi kita ingin sosialisasikan itu supaya seluruh masyarakat bisa menikmati pariwisata di Kaltim,” tutupnya. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha