benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Mobilitas penumpang di Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami penurunan pada Agustus 2026.
Penurunan terjadi pada angkutan udara domestik dan internasional, serta angkutan laut domestik dengan kontraksi paling dalam tercatat pada moda laut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, jumlah penumpang yang berangkat menggunakan angkutan udara domestik mencapai 190,99 ribu orang pada Agustus 2026.
Angka ini turun 1,67 persen dibandingkan Juli 2026 dan 14,88 persen dibandingkan Agustus 2025.
Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan penurunan juga terjadi pada penerbangan internasional. Jumlah penumpang yang berangkat melalui angkutan udara internasional tercatat sekitar 4,87 ribu orang, turun 6,35 persen secara bulanan dan 12,05 persen secara tahunan.
“Untuk jumlah penumpang yang berangkat dengan angkutan udara domestik pada bulan Agustus 2026 sebanyak 190,99 ribu orang. Secara bulanan mengalami penurunan 1,67 persen dan secara tahunan turun 14,88 persen,” ujar Mas’ud Rifai dalam rilis BPS Kaltim, Ahad (4/10/2026).
Penurunan lebih besar terjadi pada angkutan laut domestik. Jumlah penumpang yang berangkat pada Agustus tercatat sekitar 48,03 ribu orang, atau turun 30,17 persen dibandingkan Juli dan 24,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BPS menyebut perkembangan transportasi turut berkaitan dengan tarif dan pola perjalanan masyarakat. Pada September 2026, tarif angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) di Kaltim mengalami penyesuaian setelah tarif baru bus AKDP mulai berlaku pada 1 September.
Sementara itu, tarif angkutan udara disebut mengalami penurunan mengikuti pola musiman ketika jumlah penumpang cenderung berkurang.
Berbeda dengan pergerakan penumpang, angkutan barang melalui laut domestik masih mencatat pertumbuhan secara tahunan. Volume barang yang diangkut pada Agustus 2026
mencapai sekitar 9,8 juta ton.
Meski turun 20,84 persen dibandingkan Juli 2026, volume tersebut masih tumbuh 9,92 persen dibandingkan Agustus 2025.
Data tersebut menunjukkan pergerakan transportasi Kaltim pada Agustus memiliki pola berbeda antara penumpang dan barang.
Mobilitas masyarakat melalui jalur udara dan laut mengalami penurunan, sedangkan angkutan barang melalui laut masih mencatat pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






