Desa Cantik Didorong Perkuat Basis Data Pembangunan, Pemprov Kaltim: Kebijakan Harus Berlandaskan Statistik

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud saat pencanangan Program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).(FOTO: Adpimprov Kaltim)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat tata kelola pembangunan berbasis data melalui pencanangan Program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan data di tingkat desa dan kelurahan sehingga setiap kebijakan pembangunan lebih tepat sasaran.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan, pembangunan daerah tidak lagi dapat dilakukan berdasarkan asumsi semata. Menurutnya, data yang akurat menjadi fondasi utama dalam menyusun kebijakan yang efektif dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Sekarang kita tidak bisa lagi berbicara berdasarkan perasaan atau asumsi, tetapi harus berdasarkan data. Data yang benar akan melahirkan kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Rudy saat menghadiri pencanangan Program Desa Cantik di Penajam, Kamis (25/6/2026).

Baca Juga :  Pemprov Kaltim Pastikan Transisi Energi Berjalan Seiring Perlindungan Masyarakat Lokal

Rudy menjelaskan, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Badan Pusat Statistik (BPS), perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat. Sinergi itu dinilai penting untuk membangun ekosistem data yang valid dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi digital di desa, Pemprov Kaltim juga telah mengalokasikan anggaran melalui APBD 2025. Salah satu implementasinya ialah program Gratispol Internet Desa yang kini telah menjangkau 30 desa di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Baca Juga :  SPMB Kaltim 2026 Dievaluasi, Disdikbud Benahi Sistem Terpadu dan Perkuat Layanan Pendampingan

Selain itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 disebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat kualitas basis data daerah. Gubernur meminta seluruh aparatur desa menjadikan pengelolaan statistik sebagai bagian penting dalam tata kelola pemerintahan.

Sementara itu, Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor menyambut positif peluncuran Program Desa Cantik. Ia berharap setiap desa di wilayahnya mampu mengelola data secara mandiri melalui sistem digital yang terintegrasi.

“Dengan sistem yang terintegrasi, data kependudukan maupun potensi desa dapat tersaji secara real time. Hal ini tentu akan mempermudah perencanaan pembangunan daerah ke depan,” kata Mudyat.

Baca Juga :  Perbaikan Ruas Muara Wahau–Kelay Terus Berjalan, BBPJN Kaltim Intensif Tutup Lubang Jalan

Pencanangan Program Desa Cantik ditandai dengan penandatanganan piagam komitmen bersama, penyerahan penghargaan kepada desa dan kelurahan, serta pemberian sertifikat kepada para agen statistik desa.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap kualitas data di tingkat desa semakin meningkat sehingga proses perencanaan, penganggaran, hingga evaluasi pembangunan dapat dilakukan secara lebih akurat, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha