benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 terus melaksanakan pekerjaan preservasi jalan nasional dengan melakukan overlay lapis aus Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) di STA 18. Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari rehabilitasi minor sepanjang kurang lebih 758 meter guna meningkatkan kondisi dan kenyamanan ruas jalan.
Penanganan ini dilakukan sebagai upaya mempertahankan kemantapan jalan nasional agar tetap mampu memberikan pelayanan optimal bagi pengguna jalan, sekaligus memperpanjang umur layanan perkerasan.
PPK 2.5 BBPJN Kalimantan Timur, Syafrizal Haris, mengatakan pekerjaan overlay AC-WC difokuskan pada segmen yang mengalami penurunan kualitas permukaan jalan sehingga diperlukan pelapisan ulang untuk mengembalikan kondisi perkerasan.
“Pekerjaan overlay AC-WC di STA 18 merupakan bagian dari rehabilitasi minor sepanjang sekitar 758 meter. Penanganan ini bertujuan menjaga kemantapan ruas jalan sehingga tetap aman, nyaman, dan mampu melayani arus lalu lintas secara optimal,” ujar Syafrizal Haris.
Ia menjelaskan, sebelum pelapisan aspal dilakukan, tim terlebih dahulu memastikan kondisi lapisan dasar memenuhi persyaratan teknis agar hasil pekerjaan memiliki daya tahan yang optimal.
Menurutnya, seluruh tahapan pekerjaan juga dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis Kementerian Pekerjaan Umum dengan pengawasan mutu secara ketat, mulai dari pemeriksaan material hingga proses penghamparan aspal di lapangan.
“Kami memastikan setiap tahapan pekerjaan dilakukan sesuai standar yang berlaku. Pengendalian mutu menjadi perhatian utama agar hasil rehabilitasi memberikan umur layanan yang lebih panjang dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka waktu yang lama,” katanya.
Selama proses pekerjaan berlangsung, BBPJN Kalimantan Timur menerapkan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi guna menjaga keselamatan pekerja maupun pengguna jalan. Pengendara diimbau mengurangi kecepatan, mematuhi rambu-rambu sementara, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Syafrizal menambahkan, rehabilitasi minor melalui pekerjaan overlay AC-WC merupakan bagian dari program preservasi jalan nasional yang bertujuan menjaga kondisi infrastruktur tetap mantap tanpa harus menunggu kerusakan berkembang menjadi lebih berat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintasi area pekerjaan. Mohon maaf apabila selama proses pelaksanaan terdapat sedikit gangguan terhadap arus lalu lintas. Kami berupaya menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin dengan tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






