Belajar Dari Rumah Dimungkinkan Diperpanjang Akibat Karhutla

Kabut asap masih tampak di Berau.

benuakaltim.co.id, BERAU – Kondisi kabut asap yang semakin tebal di Kabupaten Berau mulai menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau.

Wakil Bupati Berau Gamalis bahkan membuka kemungkinan penerapan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi siswa apabila kondisi udara dinilai semakin mengkhawatirkan.

Gamalis mengatakan, kondisi kabut asap saat ini terlihat lebih parah dibanding sebelumnya.

Asap bahkan tampak menumpuk di lapisan bawah sehingga mengurangi jarak pandang dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

“Ini sudah lebih parah karena asapnya bertumpuk di bawah. Coba lihat, lebih parah di bawah daripada di atas,” kata Gamalis.

Baca Juga :  Jarak Pandang di Bandara Kalimarau Turun Drastis, 3 Maskapai Gagal Terbang

Ia menuturkan, keselamatan dan kesehatan anak-anak perlu menjadi perhatian apabila kualitas udara terus memburuk.

Karena itu, kegiatan pembelajaran dari rumah dapat menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan jika situasi semakin mengkhawatirkan.

“Sebaiknya kalau memang kondisi ini sangat mengkhawatirkan, maka anak-anak kita jika memungkinkan harus kembali belajar dari rumah atau BDR,” ujarnya.

Meski demikian, Gamalis menegaskan bahwa penerapan BDR belum menjadi keputusan.

Baca Juga :  Berau Darurat Kabut Asap, Kualitas Udara Kian Mengkhawatirkan

Pelaksanaannya masih harus dikoordinasikan dengan perangkat daerah terkait, seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Berau

Ia mengatakan, apabila hasil pemantauan menunjukkan kondisi yang membahayakan, Pemkab Berau dapat mengambil langkah lebih lanjut melalui surat edaran dari Bupati Berau.

“Kita koordinasikan dulu dengan dinas terkait seperti Dinas Pendidikan. Kalau memang sangat mengkhawatirkan, kita akan buat surat edaran dari Bupati Berau,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Berau juga melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) untuk memantau perkembangan kondisi udara dan kabut asap di Berau.

Baca Juga :  Investasi Berau Mulai Diversifikasi, Sektor Ketahanan Pangan Jadi Primadona Baru

Gamalis menyebut kondisi saat ini menunjukkan peningkatan dibanding sebelumnya.

Karena itu, pemantauan akan terus dilakukan sebagai dasar menentukan langkah yang perlu diambil pemerintah. “Ini lebih parah, kelihatan dari sebelumnya. Indeksnya lebih parah,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha