benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Penanganan titik longsor di STA 13+100 ruas jalan Sangatta–Perdau, Kalimantan Timur, kini memasuki tahap akhir. Pekerjaan tersebut ditangani melalui kerja sama antara Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur dan PT Kaltim Prima Coal (KPC) melalui skema Kerja Sama Pelaku Usaha (KSPU).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.2 BBPJN Kaltim, Khanif Ashar, mengatakan pekerjaan penanganan longsoran telah memasuki tahap finishing setelah struktur pengamanan pada lokasi tersebut berhasil diselesaikan.
Menurutnya, penanganan dilakukan untuk mengembalikan kondisi badan jalan sekaligus memperkuat lereng agar risiko longsor susulan dapat diminimalkan.
“Untuk titik longsoran di STA 13+100 Sangatta–Perdau, pekerjaan struktur saat ini sudah selesai dan masuk tahap finishing. Tinggal beberapa pekerjaan akhir, termasuk perapian, pengaspalan dan memastikan sistem drainase berfungsi dengan baik,” ujar Khanif.
Longsoran sebelumnya terjadi pada salah satu sisi badan jalan dan berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena ruas Sangatta–Perdau merupakan jalur penting yang digunakan masyarakat maupun kendaraan logistik.
Dalam proses penanganannya, tim teknis melakukan penguatan struktur pada area yang terdampak longsor. Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan struktur pengaman dengan metode DPT Bore Pile serta perkuatan pada bagian lereng.
Selain memperkuat struktur, penanganan juga diarahkan untuk memastikan kondisi badan jalan kembali stabil sehingga dapat digunakan dengan lebih aman oleh masyarakat.
Khanif menjelaskan, tahap finishing menjadi bagian penting sebelum pekerjaan dinyatakan tuntas. Tim akan melakukan perapian bahu jalan, membersihkan sisa material, memperbaiki drainase serta melakukan pengaspalan pada bagian yang telah ditangani.
“Drainase juga menjadi perhatian karena aliran air harus dikendalikan agar tidak kembali menggerus badan jalan. Setelah seluruh bagian selesai dan kondisi dinilai aman, diharapkan akses bisa kembali normal,” katanya.
Penanganan melalui KSPU antara BBPJN Kaltim dan PT KPC tersebut menjadi langkah kolaboratif untuk mempercepat pemulihan infrastruktur jalan yang terdampak longsor.
Meski pekerjaan telah mendekati penyelesaian, pengguna jalan masih diminta meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas pekerjaan di lokasi membuat arus kendaraan sementara masih menerapkan sistem buka-tutup.
Khanif mengimbau pengendara tidak memacu kendaraan ketika melewati titik pekerjaan serta mengikuti arahan petugas dan rambu-rambu yang telah dipasang.
“Kami mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, mengurangi kecepatan dan memperhatikan rambu-rambu di lokasi. Selama pekerjaan finishing masih berlangsung, sistem buka-tutup tetap diterapkan demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






