benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai masuk dalam proses pembelajaran di Kalimantan Timur (Kaltim). Guru tidak hanya diperkenalkan pada penggunaan AI untuk mencari informasi, tetapi juga dilatih menyusun prompt hingga mengembangkan media pembelajaran digital.
Perubahan tersebut membuat kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi berkembang dari sekadar mengoperasikan perangkat dan aplikasi. Guru perlu memahami cara memberikan instruksi yang tepat agar AI dapat menghasilkan materi sesuai kebutuhan pembelajaran.
Kepala UPTD Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Tekkom) Kaltim Sulaiman mengatakan kemampuan penguasaan teknologi semakin dibutuhkan seiring perubahan pola pembelajaran.
“Guru-guru kita sekarang harus sudah bisa menguasai teknologi. Pembelajarannya harus berbasis digital dan teknologi informasi, supaya tidak kaku seperti dulu yang masih banyak dilakukan secara manual,” kata Sulaiman saat dihubungi, Sabtu, 26 September 2026.
Menurut Sulaiman, AI menjadi salah satu materi yang mulai diperkenalkan dalam pelatihan guru. Pemanfaatannya diarahkan untuk membantu menyiapkan materi sekaligus membuat pembelajaran lebih menarik bagi siswa.
Selain AI, guru juga dikenalkan dengan sejumlah aplikasi untuk membuat media pembelajaran, salah satunya Canva. Pemanfaatan media digital diharapkan membuat guru lebih kreatif dalam menyampaikan materi sehingga siswa tidak mudah jenuh.
“Sekarang guru harus inovatif dan kreatif. Bagaimana caranya supaya anak-anak tidak jenuh, semangat belajarnya tumbuh, dan rasa ingin tahunya tinggi. Media digital menjadi salah satu cara yang bisa digunakan guru,” ujarnya.
Dalam penggunaan AI, kemampuan menyusun prompt menjadi salah satu hal yang ditekankan. Guru perlu memahami bagaimana memberikan perintah secara tepat agar hasil yang diberikan teknologi tersebut sesuai dengan kebutuhan.
“Kalau dulu kita belajar bagaimana menjawab, sekarang kita belajar bagaimana membuat pertanyaan atau instruksi. AI sudah pintar, jadi pertanyaannya harus tepat supaya hasil yang diberikan sesuai dengan yang kita inginkan,” katanya.
UPTD Tekkom Kaltim juga mendorong pengembangan bahan ajar digital agar guru tidak hanya mengandalkan buku konvensional. Berbagai bahan dan media digital dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar mengajar.
Pelatihan tersebut turut melibatkan guru yang lebih dahulu menguasai teknologi untuk menjadi instruktur bagi guru lainnya. Pola ini memungkinkan pengalaman dan pengetahuan terkait pemanfaatan teknologi dibagikan secara langsung antarguru.
“Guru yang lebih menguasai kita berikan kesempatan untuk mentransfer pengetahuannya kepada guru-guru yang lain. Kita fasilitasi, sehingga mereka bisa berbagi dengan guru lainnya,” kata Sulaiman.
Meski AI mulai dimanfaatkan dalam pembelajaran, Sulaiman menekankan penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Guru tetap memegang peran dalam menentukan kapan teknologi digunakan dan bagaimana pemanfaatannya agar tidak disalahgunakan.
“Guru yang lebih paham kapan digunakan dan bagaimana menggunakannya. Jangan sampai disalahgunakan. Kalau penggunaannya untuk membantu pembelajaran, tentu bisa dimanfaatkan,” tutupnya. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






