Petani Hidroponik di Berau Gagal Panen Gara-gara Masalah Ini

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Berau, Lita Handini

benuakaltim.co.id, BERAU – Alih-alih meraup untung besar, program bantuan pertanian dari pusat di Kabupaten Berau justru dihadapkan pada sejumlah tantangan pelik.

Mulai dari masalah cuaca hingga kendala teknis di lapangan membuat para petani harus ekstra bersabar.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Berau, Lita Handini, mengungkapkan, pemerintah pusat telah menggelontorkan berbagai bantuan signifikan bagi para petani di Berau, termasuk paket rumah hidroponik lengkap dengan instalasi dan bibit sayur di Sambaliung.

Kendati demikian, tidak semua bantuan tersebut bisa langsung dimanfaatkan secara optimal oleh petani.

Baca Juga :  Wow! Penduduk Berau Meledak Jelang Pilkada

“Karena kewenangan penyediaan bibit dan pupuk sudah tidak ada di kita, jadi yang kita kasih rumahnya saja sama instalasinya, tempat pot-potnya itu saja sarana produksi yang sudah ada [didrop],” ujar Lita Handini saat dikonfirmasi Sabtu (3/10/2026).

Selain rumah hidroponik, DTPH-Bun Berau juga menerima bantuan benih cabai sebanyak 5 hektare yang dipusatkan di daerah Talisayan, tepatnya di Kampung Purna Sari Jaya.

Pemerintah pusat turut memberikan bantuan benih padi dan jagung dengan skala serupa.

Namun, benih-benih unggul tersebut terpaksa belum bisa ditanam oleh para petani. Lita menjelaskan pihaknya sengaja melarang petani untuk segera menanam karena faktor cuaca yang belum mendukung.

Baca Juga :  Perekaman KTP-el di Berau 98,91 Persen

“Petani diimbau untuk menunggu datangnya musim hujan yang diprakirakan mulai Oktober, mengingat karakteristik sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada suplai air,” bebernya.

Lita menyebutkan, beberapa lokasi sawah yang telah diberikan bantuan pompa air justru mengalami kendala karena sumber air di saluran irigasi kering, sehingga menyulitkan proses pengolahan lahan.

“Di tengah tantangan cuaca ekstrem, komoditas cabai dinilai memiliki ketahanan dan fleksibilitas waktu tanam yang lebih baik dibandingkan padi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Demi Adipura DLHK Berau Perketat Penanganan Sampah, Sekolah Sumbang Sampah Plastik Cukup Masif

Menurut Lita, tanaman cabai tidak memiliki musim tanam yang kaku dan bisa ditanam kapan saja asalkan wilayah tersebut tidak dilanda banjir.

Bahkan, untuk jenis cabai umur panjang, petani bisa menikmati masa panen hingga 10 kali dalam kurun waktu satu tahun penanaman.

“Kalau cabai itu panjang, bisa setahun. Jadi dia bisa panen 10 kali setelah tanam 3 bulan. Kalau cabai-cabai umur panjang itu bahkan bisa panen sampai 13 kali,” pungkas Lita. (*)

Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha