benuakaltim.co.id, BERAU — Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji, mengungkapkan pertumbuhan penduduk di Berau menembus angka rata-rata 4.500 hingga 5.000 jiwa setiap semester, atau mencapai hampir 10.000 jiwa per tahun.
Angka ini jauh melampaui kabupaten dan kota lain di Kaltim. Namun fenomena yang paling mencolok dan menghebohkan terjadi pada tahun-tahun politik, khususnya pada tahun 2020 dan 2024.
“Saat pandemi Covid-19 melanda di mana mobilitas masyarakat dibatasi, pertumbuhan penduduk Berau justru menembus angka nyaris 19.000 jiwa dalam satu tahun, atau dua kali lipat dari tahun normal,” imbuhnya Sabtu (3/10/2026).
Tak hanya itu, menurutnya menjelang Pilkada, angka pertumbuhan penduduk kembali melonjak drastis hingga menyentuh 16.000 jiwa.
David Pamuji menjelaskan, tingginya angka tersebut bukan karena lonjakan kelahiran semata, melainkan akibat membludaknya pendatang.
Menjelang masa pemilihan kepala daerah, warga dari luar daerah yang tinggal di Berau berbondong-bondong memperbarui identitas kependudukan mereka menjadi penduduk Berau.
“Kenapa menjelang Pilkada mereka beramai-ramai meng-update KTP dan KK? Karena mereka ingin memilih bupati dan gubernur, tetapi tidak bisa memilih jika KTP-nya masih dari luar daerah,” ujar David Pamuji.
Selain faktor migrasi musiman pekerja perkebunan, pertambangan, hingga sektor pariwisata yang kian menggeliat pasca-penetapan Ibu Kota Nusantara (IKN), Berau memiliki daya tarik geografis yang lengkap.
David menambahkan, Berau adalah satu-satunya wilayah di Kaltim yang memiliki tiga kombinasi geografis lengkap: wilayah perkotaan, pesisir dengan gugusan pulau dan laut yang indah, serta wilayah pedalaman.
“Banyak daerah lain yang punya kota dan pesisir, atau kota dan pedalaman saja. Tapi Berau lengkap ketiganya, sehingga menjadi daya tarik besar bagi masyarakat dari luar Kaltim seperti Sulawesi, Jawa, dan NTT untuk menetap,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Ramli






