Bandara APT Pranoto Perkuat Konektivitas Daerah 3T Kaltim

Situasi para penumpang di terminal ruang tunggu Bandar Udara (UPBU) Kelas I Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda. (ANTARA/HO -Diskominfo)
Samarinda – Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto kembali mengaktifkan enam rute penerbangan perintis dalam upaya untuk memperkuat konektivitas udara, khususnya menuju wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kalimantan Timur.

Kepala UPBU Kelas I APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, di Samarinda, Senin, menjelaskan bahwa penyediaan rute perintis ini merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Tujuannya adalah untuk memastikan akses transportasi dasar tetap terjaga bagi masyarakat di daerah dengan keterbatasan infrastruktur darat.

Baca Juga :  Butuh Tambahan Anggaran Rp90 Miliar, Penanganan Longsor Terowongan Selili Dikaji Ulang

“Penerbangan perintis adalah program pemerintah pusat yang didedikasikan untuk daerah 3T. Penetapan rute dilakukan berdasarkan usulan pemerintah daerah dan hasil verifikasi mendalam terhadap kesiapan fasilitas serta infrastruktur pendukung di lapangan,” jelas Kadek.

Kadek menjelaskan ada enam rute yang dioperasikan untuk melayani mobilitas warga, yaitu, Samarinda – Datah Dawai,,Samarinda – Muara Wahau, Samarinda – Maratua,, Samarinda – Long Apung, Maratua – Berau (rute penghubung) dan Datah Dawai – Melak (rute penghubung).

Baca Juga :  BBPJN Kaltim Lakukan Grading Bahu Jalan di Ruas SP Perdau–Tepian Langsat–Batu Ampar

“Frekuensi penerbangan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan volume penumpang di masing-masing wilayah,” tambah Kadek.

Untuk rute dengan permintaan tinggi, seperti Samarinda–Long Apung dan Samarinda–Datah Dawai, dilayani hingga empat kali dalam sepekan. Sementara rute penghubung dengan volume penumpang relatif terbatas, seperti Maratua–Berau, dijadwalkan satu kali dalam sepekan.

Kadek mengungkapkan seluruh layanan penerbangan perintis ini menggunakan pesawat jenis Grand Caravan C208B yang berkapasitas 12 penumpang. Setiap penumpang mendapatkan fasilitas bagasi tercatat gratis sebesar 10 kilogram dan bagasi kabin 5 kilogram.

Baca Juga :  BMKG Ajak Warga Kaltim Waspada Dampak Hujan

Mekanisme pembelian tiket dirancang untuk mengakomodasi keterbatasan jaringan internet di sejumlah wilayah 3T. Pembelian tiket dapat dilakukan secara langsung melalui loket bandara atau melalui pemesanan via sambungan telepon kepada petugas setempat.

“Hal ini untuk memastikan kemudahan akses bagi seluruh calon penumpang di daerah pelosok,” jelas Kadek.

Sumber : Antara

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *