benuakaltim.co.id, BERAU– Dinas Perikanan Kabupaten Berau terus mendorong kemandirian masyarakat melalui program Unit Pembenihan Rakyat (UPR).
Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih, menyatakan program ini merupakan salah satu upaya strategis untuk memastikan ketersediaan benih ikan yang berkualitas bagi pembudidaya lokal.
“Dinas Perikanan bisa menyiapkan benih-benih itu dari Balai Benih Ikan (BBI),” ujar Yunda dalam penjelasannya, Senin (15/6/2026).
Yunda menjelaskan program UPR ini difokuskan sebagai wadah binaan bagi kelompok masyarakat yang ingin mengembangkan usaha budidaya ikan. “Dulu mereka mungkin belum memahami bagaimana membenihkan dan sebagainya, namun seiring berjalannya waktu, sekarang mereka sudah mandiri,” sebutnya.
Program ini difokuskan di empat kecamatan terdekat, yaitu Tanjung Redeb, Teluk Bayur, Sambaliung, dan Gunung Tabur. Berbagai jenis ikan air tawar seperti ikan nila, ikan mas, serta lele menjadi komoditas utama yang dikembangkan.
Penerapan Teknologi Budidaya Sederhana
Selain kolam tanah, Dinas Perikanan juga memperkenalkan penggunaan kolam terpal untuk budidaya ikan skala rumah tangga. Yunda menuturkan sistem kolam terpal ini sangat praktis dan memudahkan masyarakat, khususnya untuk pemeliharaan jenis ikan tertentu seperti lele.
Program dukungan ini telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari lembaga pendidikan hingga kelompok-kelompok seperti PKK dan RT. “Ini sebenarnya yang selama ini memang kita support dari Dinas Perikanan,” ungkap Yunda.
Kata dia pengembangan sektor perikanan ini juga melibatkan organisasi mitra seperti Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI).
“Dengan adanya pembinaan berkelanjutan, Dinas Perikanan optimis bahwa masyarakat tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan konsumsi pribadi, tetapi juga memiliki peluang ekonomi dari hasil budidaya ikan tersebut,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






