benuakaltim.co.id, BERAU — Di tengah ketatnya efisiensi anggaran dan pemangkasan dana Pokok Pikiran (Pokir), Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Berau, Abdul Waris tetap merealisasikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi para petani di wilayah pelosok.
Teranyar, Waris menyerahkan langsung bantuan dua unit kultivator kepada Kelompok Tani Tunas Makmur di Kampung Suka Murya, Kecamatan Talisayan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dalam agenda Reses yang digelarnya.
Penyerahan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) pertanian ini merupakan bentuk komitmen serta realisasi konkret atas aspirasi yang selama ini dikeluhkan masyarakat setempat.
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Berau, Abdul Waris, menegaskan penyerahan alsintan tersebut merupakan langkah nyata dan terukur untuk menopang sektor pertanian lokal agar tidak mengendor meski dilanda pengetatan anggaran.
“Bantuan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara langsung serta mendorong penghasilan yang lebih stabil bagi petani kita di Kampung Suka Murya,” ujar Abdul Waris, di sela-sela penyerahan bantuan Rabu (29/7/2026).
Langkah konsisten politisi DPRD Berau ini disambut sukacita oleh para petani penerima manfaat. Rusdi, salah satu anggota Kelompok Tani Tunas Makmur, mengaku terharu lantaran aspirasi mereka tetap diperjuangkan di tengah keterbatasan anggaran daerah.
“Kami sangat menyambut baik dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Abdul Waris. Beliau tetap konsisten memberikan bantuan alat pertanian yang sangat kami butuhkan, padahal kita tahu sedang ada efisiensi anggaran,” ungkap Rusdi.
Menurut Rusdi, Waris dikenal sebagai salah satu wakil rakyat yang paling konsisten mengawal dan merealisasikan kebutuhan konstituennya setiap kali turun menyerap aspirasi.
“Menurut saya, Pak Waris adalah salah satu anggota dewan yang selalu membuktikan janjinya dan konsisten memberi bantuan nyata kepada masyarakat di setiap agenda reses,” pungkasnya.
Bantuan kultivator ini diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan lahan pertanian di Kecamatan Talisayan, sehingga efisiensi waktu dan biaya produksi petani dapat ditekan secara optimal. (*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






