benuakaltim.co.id, BERAU — Persiapan kontingen Kabupaten Berau menghadapi ajang olahraga bergengsi di ambang ketidakpastian.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau, Taupan Madjid, mengungkapkan pihaknya menghadapi kendala serius terkait kekurangan anggaran akomodasi, transportasi, hingga uang saku bagi para atlet yang akan diberangkatkan dalam Porprov VIII Kaltim 2026 di Kabupaten Paser.
Dari hasil seleksi ketat yang dilakukan oleh Tim Verifikasi, tercatat sebanyak 732 atlet siap dikirim untuk bertanding.
Namun, setelah mengakomodasi kebutuhan tim medis, kesehatan, manajer, hingga ofisial, total kontingen yang harus diberangkatkan membengkak menjadi sekitar 800 orang.
“Kendala kami sekarang ini adalah kebutuhan antara akomodasi, transportasi, maupun uang sakunya itu, anggaran yang ada sekarang ini masih belum mencukupi, jauh belum tutup-tutup,” ujar Taupan Madjid saat ditemui, Senin (14/9/2026).
Taupan menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Ketua DPRD Berau agar kekurangan anggaran ini dapat dibahas kembali dalam perubahan anggaran.
KONI Berau juga mendorong peran aktif pemerintah daerah, khususnya Sekretaris Kabupaten (Sekda) selaku Ketua Kontingen, serta DPRD untuk mencarikan solusi pendanaan.
Sebagai perbandingan, pada ajang sebelumnya, KONI Berau terbantu oleh kontribusi dari perusahaan-perusahaan swasta melalui dewan penyantun yang menyokong dana transportasi hingga sekitar Rp2 miliar.
Taupan berharap skema serupa dapat kembali diterapkan dengan mengundang pihak perusahaan swasta untuk bersinergi menutupi kekurangan anggaran.
“Harapan kita, pemerintah berapa sih sanggupnya? Selebihnya itu kekurangan kita, kepala daerah atau ketua DPRD mengundang perusahaan bersama KONI kita presentasi, berapa kurang itu ditutupi,” tegasnya.
Meski dihantui persoalan anggaran, semangat para atlet dipastikan tetap tinggi. Dari total 64 cabor yang dipertandingkan, jumlah tersebut sempat menyusut menjadi 50, namun kini kembali normal ke angka 64 cabor, termasuk lima cabor mandiri yang pendanaannya dibantu secara swadaya oleh pengurus kabupaten (pengprov) masing-masing.
Taupan berharap ada langkah cepat dan konkret dari pemangku kebijakan agar seluruh atlet yang telah berlatih keras selama tiga bulan terakhir bisa diberangkatkan tanpa terkendala biaya operasional maupun akomodasi.(*)
Reporter: Georgie Sihaloho
Editor: Endah Agustina






