benuakaltim.co.id, BERAU– Ratusan pedagang Pasar Sanggam Adji Dilayas melaksanakan aksi protes atas kebijakan pemerintah daerah yang memberlakukan kebijakan penetapan tarif masuk parkir non tunai.
Aksi protes itu dilakukan digerbang masuk dan keluar Pasar Sanggam Adji Dilayas Diketahui pemberlakukan tarif non tunai yang ditetapkan Pemkab Berau tersebut terhitung sejak masuk minggu ke-dua di bulan februari 2026.
Menurut perwakilan pedagang Pasar Sanggam Adji Dilayas, Rahmatullah mengatakan, kebijakan yang di lakukan oleh Pemkab sebenarnya kurang tepat, dan pedagang tidak keberatan dengan adanya pemberlakuan tersebut, hanya saja waktu dan kondisi saat ini dinilai kurang pas.
“Kita tidak keberatan dengan adanya kebijakan itu, namun pihak pemerintah daerah juga harus mengerti kondisi pasar yang saat sekarang ini masih tergolong sepi pengunjung, ditambah lagi dengan masuknya suasana Ramadan,” jelasnya, Kamis (25/02/2026).
Rahmatullah juga mengatakan, Pemkab harus lebih serius mengatasi kondisi pasar yang dinilai masih sepi pengunjung, bila menginginkan adanya kebijakan itu berjalan.
“Harusnya pemerintah mencari solusi terlebih dahulu, untuk menarik minat masyarakat agar pergi ke pasar, seperti tahun 2010 lalu,” ujarnya.
Beberapa perwakilan pedagang sebelumnya pernah mendatangi UPTD pengurus pasar dan dihadiri Diskoperindag Berau, untuk meminta agar ada program Pasar Sanggam Adji Dilayas menarik minat masyarakat untuk berbelanja.
Lanjut Rahmatullah, pedagang meminta penarikan distribusi dijalankan seperti biasa dulu, bila peningkatan pengunjung yang berbelanja ke pasar meningakat, ia dan pedagang lain mempersilahkan pemkab memberlakukan tarif masuk non tunai dijalankan.
“Pemerintah buat dulu promosi menarik minta masyarakat untuk kepasar, bila meningkat, silahkan tarif non tunai diberlakukan,” pungkasnya.(*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






