benuakaltim.co.id, BERAU– Bayang-bayang kegagalan panen akibat fenomena El Nino ekstrem menghantui sektor pertanian di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Menghadapi prediksi kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung mulai Mei hingga November mendatang, Pemerintah Kabupaten Berau bergerak cepat mengamankan stok pangan nasional melalui koordinasi ketat dengan Kementerian Pertanian (Kementan).
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau, Lita Handini, mengungkapkan evaluasi ketersediaan sumber air menjadi harga mati untuk menyelamatkan lahan persawahan di wilayahnya.
Dalam dialog khusus dengan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, Lita menegaskan pihaknya telah merinci kebutuhan mendesak untuk menjaga kestabilan irigasi. Ia pun menyampaikan permohonan bantuan infrastruktur air secara masif kepada pemerintah pusat.
“Kami telah menyampaikan permohonan bantuan berupa irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, pembangunan embung, dam parit, hingga pemeliharaan jaringan irigasi yang sudah ada,” ujar Lita dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).
Langkah ini diambil menyusul instruksi langsung dari Kementan kepada seluruh kepala daerah di Indonesia untuk memetakan titik-titik rawan kekeringan.
“Fokus utamanya adalah mencegah penurunan produktivitas padi yang bisa mengancam swasembada pangan,” ungkapnya.
Lita menyebutkan ada empat wilayah strategis yang menjadi prioritas dalam antisipasi El Nino tahun ini. Keempat kecamatan tersebut memiliki potensi pertanian besar namun rentan terdampak kekeringan hebat.
“Ada empat kecamatan potensi yang menjadi fokus utama kami, yaitu Teluk Bayur, Gunung Tabur, Tabalar, dan Sambaliung,” tambahnya.
Meski usulan bantuan telah diajukan, Pemkab Berau saat ini masih berada dalam posisi menunggu restu dari Jakarta. Verifikasi teknis dari Kementan akan menentukan seberapa cepat infrastruktur tersebut bisa dibangun sebelum puncak kemarau tiba.
“Untuk antisipasi kekeringan, baru saja kita usulkan. Saat ini kami masih menunggu verifikasi lebih lanjut dari pemerintah pusat,” jelas Lita.
Di sisi lain, menurutnya bersama Bupati Berau bakal memiliki dedikasi serius untuk mendukung program swasembada pangan di wilayah masing-masing, agar krisis iklim tidak berubah menjadi krisis pangan bagi masyarakat.
“Pemkab Berau optimis, dengan dukungan teknologi irigasi yang tepat dan sinergi pusat-daerah, ancaman El Nino ekstrem tahun ini dapat dilewati tanpa mengorbankan kesejahteraan petani,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






