benuakaltim.co.id, BERAU– Seorang pria berinisial RA (48) diamankan jajaran Polsek Tanjung Redeb setelah diduga melakukan pemerasan dengan mengatasnamakan profesi wartawan. Pria tersebut diamankan usai dilaporkan seorang pekerja jasa molding di Tanjung Redeb.
Kasubsi Penmas Sihumas Polres Berau, Iptu Muhammad Kasim Kahar, mengatakan tersangka saat ini telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Pelaku sudah diamankan dan saat ini menjalani proses penyidikan lebih lanjut,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Kasus ini bermula ketika korban berinisial HY (50) mengaku kerap didatangi pelaku yang meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan, mulai dari biaya bensin hingga uang rokok. Karena tidak ingin berkonflik, korban beberapa kali memenuhi permintaan tersebut.
Namun, dugaan pemerasan disebut semakin berkembang ketika pelaku mendatangi lokasi usaha korban dan mengambil foto tumpukan kayu yang berada di area kerja.
Beberapa hari kemudian, pelaku mengirimkan tautan berita dan tabloid yang memuat informasi terkait kayu tersebut. Korban mengaku merasa khawatir setelah menerima kiriman itu. Situasi tersebut diduga dimanfaatkan pelaku untuk menekan korban.
RA kemudian menawarkan jalan keluar dengan meminta korban membeli puluhan eksemplar tabloid yang nilainya mencapai belasan juta rupiah. “Korban diminta membeli puluhan tabloid dengan nilai yang cukup besar. Korban merasa tertekan karena terus dihubungi dan ditakut-takuti,” kata Kasim.
Karena tidak sanggup memenuhi permintaan awal, korban akhirnya menyerahkan uang sebesar Rp3 juta untuk membeli sebagian tabloid yang diminta pelaku. Merasa menjadi korban pemerasan, HY kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tanjung Redeb.
Menindaklanjuti laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan RA beserta sejumlah barang bukti. “Barang bukti yang diamankan antara lain uang tunai Rp3 juta serta dua unit telepon genggam yang diduga digunakan dalam aksi tersebut,” jelasnya.
Polres Berau masih mendalami kasus tersebut untuk melengkapi proses penyidikan dan memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi.(*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






