Ancaman Over Capacity, DLHK Berau Genjot Pembangunan TPA Pegat Bukur

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau, Zulkifli Azhari. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU– Kabupaten Berau saat ini tengah menghadapi ancaman serius terkait pengelolaan sampah. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada saat ini dilaporkan sudah mendekati batas maksimal penampungan alias over capacity.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau, Zulkifli Azhari, mengungkapkan situasi ini menuntut tindakan cepat agar Berau tidak tenggelam dalam tumpukan sampah. Sebagai solusi instan dan jangka panjang, pemerintah daerah tengah menggenjot pembangunan TPA baru di kawasan Pegat Bukur.

“TPA kita yang ada sekarang kan sudah over capacity, mendekati over capacity. Jadi kita melanjutkan pembangunan TPA yang baru di Pegat Bukur. Mudah-mudahan itu bisa menyelesaikan masalah ini,” ujar Zulkifli saat ditemui rekan media, Kamis (4/6/2026).

Baca Juga :  Usai Longsor, Perbaikan Jalur Berau-Bulungan Mulai Dikebut

Situasi ini tergolong kejar tayang. DLHK Berau mengestimasikan bahwa volume sampah di TPA lama benar-benar akan mencapai batas kritis pada akhir tahun ini. Oleh karena itu, percepatan pembangunan fisik di Pegat Bukur menjadi harga mati.

DLHK mengestimasikan TPA lama akan benar-benar penuh pada November mendatang. TPA baru diharapkan bisa segera beroperasi sebelum momen tersebut. Progres pembangunan fisik saat ini baru menyentuh angka sekitar 5 persen di mana pekerja masih berfokus pada tahap pematangan lahan.

Baca Juga :  DLHK Berau Minta Semua Pihak Berperan Atasi Masalah Sampah

Proyek strategis ini didukung penuh oleh PT Berau Coal melalui pembiayaan pembangunan fisik secara langsung hingga tuntas, bukan dalam bentuk dana segar anggaran. Komitmen ini akan diperkuat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang rencananya disahkan dalam waktu dekat.

“Kita minta mereka (PT Berau Coal) bantu pembangunan sampai selesai, bukan penganggaran. Kita tidak intervensi, yang penting pembangunan sesuai regulasi TPA seperti apa. Insyaallah segera dibuatkan MoU,” jelas Zulkifli.

Meskipun TPA baru digenjot, Zulkifli menegaskan operasional di TPA lama tetap berjalan seperti biasa sembari menunggu kesiapan lokasi baru. Pihak DLHK juga sudah merancang strategi modernisasi begitu TPA Pegat Bukur resmi beroperasi.

Baca Juga :  Ngaku Wartawan, Pria di Tanjung Redeb Diduga Peras Pengusaha hingga Belasan Juta Rupiah

Pemerintah daerah berencana melakukan pembaruan atau update pada armada mobilitas dan alat-alat berat pengangkut sampah guna meningkatkan efisiensi kerja. Selain itu, TPA baru ini nantinya diproyeksikan untuk fokus mengelola sampah yang benar-benar bersifat residu, sehingga masa pakai lahan (zona pembuangan) bisa bertahan jauh lebih lama.

Di akhir wawancara, Zulkifli meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk media, agar proyek penanggulangan darurat sampah ini dapat tuntas tepat waktu demi kenyamanan warga Berau. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha