benuakaltim.co.id, BERAU – Insiden memilukan terjadi di kawasan wisata Pantai Ulingan, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Minggu (5/4/2026) sore kemarin
Seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun bernama Rahmat dilaporkan hilang tenggelam setelah terseret arus saat sedang asyik berenang bersama teman-temannya.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan bersama warga masih terus melakukan upaya penyisiran di sekitar lokasi kejadian, namun keberadaan korban masih nihil.
Peristiwa nahas ini bermula sekitar pukul 14.30 WITA. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban yang merupakan warga Sekatak, Kabupaten Bulungan, tengah berkunjung ke rumah kerabatnya di Kampung Kasai.
Rahmat bersama dua temannya, Muhammad Fakhrul (11) dan Nur Anisa (10), memutuskan untuk bermain air di Pantai Ulingan.
Seorang saksi lain, Muhammad Ariandi (13), yang saat itu sedang mencari kerang (tudai) di sekitar pantai, sempat memperingatkan ketiganya agar tidak berenang terlalu jauh karena kondisi air yang mulai dalam.
“Saksi sempat menegur jangan ke situ karena airnya dalam, tapi korban menjawab ‘aku pandai berenang’ dan terus berjalan ke tengah,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, Senin (6/4/2026).
Nahas, tak lama setelah itu, Rahmat dan Fakhrul tiba-tiba terseret arus dan mulai tenggelam. Ariandi yang melihat kejadian tersebut bergegas berenang memberikan pertolongan.
Ia berhasil menarik tangan Fakhrul ke tempat dangkal, namun Rahmat sudah lebih dulu hilang ditelan ombak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, membenarkan adanya laporan kecelakaan air tersebut. Pihaknya langsung mengerahkan personel ke lokasi untuk membantu proses pencarian.
“Kami telah menerima laporan terkait orang tenggelam di perairan Pantai Ulingan. Saat ini tim di lapangan bersama tim SAR dan warga setempat sedang melakukan pencarian intensif di titik koordinat korban terakhir terlihat,” ungkap Nofian saat dikonfirmasi, Minggu sore.

Nofian juga mengimbau kepada para wisatawan dan orang tua untuk lebih waspada saat mendampingi anak-anak bermain di area pantai, terutama bagi warga yang tidak memahami karakteristik arus laut setempat.
“Kami meminta kerja sama semua pihak. Kondisi cuaca dan arus laut sulit diprediksi. Mohon pengawasan ketat terhadap anak-anak saat berada di bibir pantai,” tambahnya.
Menurutnya tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, kepolisian, dan relawan setempat terus berupaya melakukan penyisiran sebelum hari gelap.
“Update informasi mengenai pencarian ini akan terus diperbarui secara berkala,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






