benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan pentingnya keberlanjutan bantuan keuangan (Bankeu) dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bagi kabupaten/kota pada 2027 mendatang.
Menurutnya, meskipun kondisi fiskal Pemprov Kaltim tengah menghadapi tekanan, kebijakan pengurangan masih dapat dimaklumi. Namun, ia mengingatkan agar bantuan tersebut tidak dihapus sepenuhnya.
“Kami berharap Bankeu tidak sampai dikosongkan total. Pengurangan mungkin bisa dipahami, tapi jangan sampai ditiadakan,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Ia menilai, keberadaan Bankeu memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kaltim. Tidak hanya Samarinda, tetapi juga sembilan kabupaten/kota lainnya sangat bergantung pada dukungan tersebut.
“Perkembangan provinsi sangat dipengaruhi oleh kemajuan daerah. Jadi, Bankeu ini penting untuk menjaga keseimbangan pembangunan,” tegasnya.
Terkait isu pengosongan Bankeu yang sempat mencuat, Andi Harun mengaku tidak terlalu khawatir. Ia meyakini kebijakan tersebut tidak akan benar-benar diterapkan.
“Saya optimistis itu hanya rumor. Saya yakin Gubernur tetap berkomitmen mendukung pembangunan daerah, termasuk Samarinda,” tuturnya.
Ia pun berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota tetap terjaga, sehingga program pembangunan dapat berjalan optimal di seluruh wilayah Kalimantan Timur. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






