benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Belum lama ini, Anderiy Syachrum secara aklamasi terpilih pimpin KONI Kaltim dengan mengantongi hampir 100 persen dukungan, cabor dan KONI kabupaten/kota.
Anderiy terpilih dan diminta menyelesaikan struktur kepengurusan 2026-2030 selambat-lambatnya 30 hari kedepan.
Saat berlangsung, rapat Tim Formatur dalam rangka menyusun struktur kepengurusan KONI Kaltimmasa bakti 2026-2030 berakhir buntu (deadlock).
Rapat yang digelar pada Minggu malam (7/6/2026) lalu itu sempat memanas akibat adanya intervensi dari pihak luar.
Awalnya, rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Terpilih KONI Kaltim, Anderiy Syachrum, berjalan cukup lancar dan kondusif.
Agenda dimulai dengan pemaparan dari Gazali, anggota tim formatur yang mewakili aspirasi 10 KONI Kabupaten dan Kota di Kaltim.
Nama-nama yang diusulkan daerah awalnya dapat terakomodasi dengan baik.
Namun, situasi berubah drastis ketika tiba-tiba ada oknum dari luar tim formatur yang merangsek masuk ke dalam forum.
Oknum tersebut secara sepihak membantah hasil pembahasan dengan penilaian yang bersifat personal.
Sikap tersebut langsung memicu ketegangan, hingga membuat sejumlah anggota tim formatur lainnya merasa tersinggung.
Tak berselang lama, beberapa anggota formatur memilih untuk keluar dari ruangan (walk out).
Melihat situasi yang tidak lagi kondusif, Ketua Anderiy Syachrum akhirnya mengambil keputusan tegas untuk menyatakan rapat tim formatur deadlock.
“Selanjutnya (kelanjutan rapat) akan ditentukan kemudian. Untuk menghindari masuknya kembali oknum-oknum di luar formatur, agenda rapat berikutnya akan dirahasiakan,” ujar sebuah sumber media yang membenarkan kronologi insiden tersebut.
Meski rapat berakhir buntu, informasi yang dihimpun dari internal tim formatur membocorkan bahwa struktur teras KONI Kaltim sebenarnya sudah mulai mengerucut.
Untuk posisi strategis seperti Sekretaris Umum (Sekum), kabarnya sudah dikantongi dan diputuskan oleh Anderiy Syachrum.
Begitu pula dengan posisi ketua I, II, dan III. Sekretaris umum juga sudah dikantongi ketua terpilih.
Ketua I dan ketua II, sudah ada nominasi kuat.
Posisi ketua III, nama Nindya Listiyono disebut-sebut menjadi calon tunggal yang paling menguat.
Sementara itu, salah satu anggota Tim Formatur, Gazali, memberikan penegasan terkait sikap politik timnya.
Dia memastikan, pihaknya akan tetap konsisten mengakomodir dan memperjuangkan nama-nama yang telah diusulkan oleh Pengprov Cabang Olahraga (Cabor) pendukung serta KONI Kabupaten/Kota.
“Kita ini bekerja sudah sejak awal, bahkan sejak bulan puasa demi memenangkan Pak Anderiy. Oleh karena itu, aspirasi dari daerah dan cabor pendukung harus tetap dikawal dengan baik,” tegas Gazali saat dikonfirmasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada jadwal resmi mengenai kapan rapat lanjutan tim formatur akan kembali digelar secara tertutup. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






