Disdikbud Kaltim Mulai Salurkan Program Gratispol Seragam, Tiga Sekolah Jadi Tahap Perdana

Plt. Disdikbud Kaltim, Armin. (FOTO: Aditya Setiawan/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mulai merealisasikan Program Gratispol Seragam bagi peserta didik baru tingkat SMA, SMK, SLB, dan Madrasah Aliyah (MA). Penyaluran perdana dijadwalkan dimulai pada akhir Juli 2026 dengan menyasar tiga sekolah yang telah siap secara administrasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, mengatakan proses pengadaan perlengkapan sekolah saat ini masih berlangsung dan dikerjakan sesuai tahapan kontrak yang telah ditetapkan.

“Proses pengadaan seragam untuk siswa kelas X masih berjalan. Mudah-mudahan pada akhir Juli ini sudah bisa kami distribusikan kepada tiga sekolah yang menjadi tahap awal,” ujarnya.

Adapun tiga sekolah yang akan menerima distribusi pertama yakni SMAN 10 Samarinda, SMAN 3 Tenggarong, dan SMAN 2 Sangatta Utara. Ketiga sekolah tersebut diprioritaskan karena telah lebih dahulu menuntaskan proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), sehingga data penerima bantuan sudah lengkap.

Baca Juga :  Pemprov Kaltim Perketat Pengawasan Kapal Wisata Demi Lindungi Terumbu Karang Berau

Menurut Armin, kesiapan data menjadi faktor utama dalam percepatan distribusi seragam gratis. “Ketiga sekolah itu sudah lebih dulu menyelesaikan pendataan siswa, sehingga proses produksi dan penyaluran bisa dilakukan lebih cepat. Sekolah lain akan menyusul secara bertahap sesuai kesiapan datanya,” katanya.

Pada tahap pertama, Disdikbud Kaltim menargetkan sekitar 800 siswa menerima bantuan. Dari jumlah tersebut, SMAN 10 Samarinda menjadi sekolah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni sekitar 350 siswa.

Baca Juga :  Rudy Mas'ud Soroti Jalan Rusak ke Berau

Program Gratispol Seragam merupakan salah satu program Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang memberikan bantuan perlengkapan sekolah bagi seluruh siswa baru kelas X di SMA, SMK, SLB, dan MA negeri maupun swasta yang memenuhi ketentuan.

Selain seragam sekolah, setiap penerima juga akan memperoleh perlengkapan lain berupa tas, sepatu, dan topi sebagai satu paket bantuan. Secara keseluruhan, program ini menargetkan lebih dari 65 ribu siswa di seluruh Kalimantan Timur.

Armin optimis, seluruh proses distribusi dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga dua bulan setelah penyaluran tahap pertama dimulai.

“Insyaallah dalam satu sampai dua bulan ke depan seluruh sekolah sudah menerima bantuan seragam gratis ini,” ucapnya.

Baca Juga :  BBPJN Kaltim Bangun Cross Drainase di STA 30 Ruas Bontang–Sangatta, Target Atasi Banjir Tahunan

Ia juga menepis anggapan bahwa program tersebut mengalami keterlambatan. Menurutnya, proses pengadaan memang harus menyesuaikan data peserta didik baru, terutama ukuran seragam agar sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.

“Ini bukan terlambat. Kami memang harus menunggu data final dari sekolah karena setiap seragam dibuat berdasarkan ukuran siswa. Tujuannya agar seragam yang diterima nyaman digunakan dan tidak salah ukuran,” jelasnya.

Armin menambahkan, pengadaan seragam memiliki mekanisme yang berbeda dengan pengadaan barang lainnya karena membutuhkan proses pengukuran dan produksi sesuai spesifikasi. Oleh sebab itu, pemerintah memilih memastikan akurasi data terlebih dahulu agar bantuan yang diterima siswa benar-benar sesuai dan berkualitas. (*)

Reporter: Aditya Setiawan

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha