benuakaltim.co.id, SAMARINDA — Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara) resmi memiliki direktur utama baru. Rommy Wijayanto ditetapkan sebagai Direktur Utama (Dirut) untuk periode 2026–2030, menggantikan Muhammad Yamin yang sebelumnya menjabat posisi tersebut.
Penetapan Rommy dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Kamis (23/4/2026) di Ruang Serbaguna lantai 6 Kantor Pusat BPD Bankaltimtara.
Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, usai memimpin jalannya rapat yang dihadiri oleh para pemegang saham.
Dalam proses pemilihan, Rommy Wijayanto terpilih secara aklamasi oleh para pemegang saham yang berasal dari pemerintah daerah se-Kaltim dan Kaltara.
Ia berhasil mengungguli kandidat lainnya, yakni Amri Mauraga, yang juga turut bersaing dalam bursa calon direksi utama bank daerah tersebut.
RUPS tersebut diikuti oleh total 16 pemegang saham, termasuk sepuluh kepala daerah dari kabupaten dan kota di Kaltim serta Gubernur Kaltara.
Kehadiran para pemegang saham ini menjadi bagian penting dalam penentuan arah kepemimpinan baru Bankaltimtara.
Gubernur Rudy Mas’ud menjelaskan bahwa keputusan pengangkatan Rommy didasarkan pada sejumlah pertimbangan objektif.
Salah satu faktor utama adalah hasil penilaian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di mana Rommy memperoleh skor tertinggi dibandingkan kandidat lainnya.
“Pertama, penilaian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan skor tertinggi dibandingkan peserta lainnya,” ujar Rudy.
Selain itu, proses seleksi juga mempertimbangkan masukan dari Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN) serta Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI).
Kedua lembaga tersebut menitikberatkan aspek kompetensi sebagai dasar penilaian utama dalam proses seleksi.
“Pertimbangannya berdasarkan kompetensi, karena kita mengukur kinerja itu berdasarkan kompetensi dikalikan energi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rudy berharap kepemimpinan baru ini dapat membawa Bankaltimtara ke arah yang lebih progresif.
Ia menekankan pentingnya peningkatan daya saing bank daerah agar tidak hanya berfokus pada pelayanan masyarakat lokal, tetapi juga mampu bersaing dengan bank-bank besar nasional.
“Semoga Bankaltimtara tidak hanya melayani masyarakat Kaltim dan Kaltara, tetapi juga mampu berkompetisi dengan bank Himbara maupun bank nasional lainnya,” tutupnya.
Reporter: Aditya Setiawan






